Hakim Kayat Kena OTT KPK di Balikpapan Kasus Suap Rp 500 Juta, Pernah Tugas di Karimun Kepri

Hakim Kayat, Hakim PN Balikpapan Kalimantan Timur yang kena OTT KPK, ternyata pernah bertugas di Pengadilan Negeri Karimun, Kepri.

Hakim Kayat Kena OTT KPK di Balikpapan Kasus Suap Rp 500 Juta, Pernah Tugas di Karimun Kepri
Tribunnews/Jeprima
Hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kalimantan Timur, Kayat dengan mengenakan rompi oranye dibawa ke ruang tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (4/5/2019). Kayat terjaring OTT KPK atas kasus suap saat menerima uang senilai Rp 100 juta dari Rosa dan Jhonson di PN Balikpapan. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNBATAM.id - Hakim Kayat, Hakim PN Balikpapan Kalimantan Timur yang kena OTT KPK, ternyata pernah bertugas di Pengadilan Negeri Karimun, Kepri.

Kini Mahkamah Agung menghentikan sementara hakim Kayat setelah KPK menetapkan status tersangka kasus dugaan suap senilai Rp 500 juta untuk membebaskan terdakwa kasus pemalsuan surat, Sudarman.

Humas Pengadilan Negeri Karimun, Yudi Rozadinata yang dikonfirmasi Tribunbatam.id pada Senin (6/5) membenarkan hal tersebut.

"Iya dia pernah bertugas di Pengadilan Negeri Karimun," kata Yudi.

Hakim Kayat bertugas di Pengadilan Negeri Karimun sekitar tahun 2005-2006. 

Namun ketika ditanya mengenai tahun Hakim Kayat bertugas di Pengadilan Negeri Karimun, Yudi menyampaikan dirinya tengah memastikan hal tersebut.

Dipecat

Kini Mahkamah Agung menghentikan sementara hakim Kayat setelah KPK menetapkan status tersangka kasus dugaan suap senilai Rp 500 juta untuk membebaskan terdakwa kasus pemalsuan surat, Sudarman.

"Jadi karena sudah ditetapkan oleh KPK jadi akan diusulkan diproses untuk pemberhentian sementara kepada Ketua Mahkamah Agung. Sambil KPK menangani proses hukumnya," kata Juru Bicara MA, Andi Samsan Nganro.

 Jika status hukum Kayat inkrah, yang bersangkutan langsung dihentikan tetap dari profesi sebagai hakim. Kini MA menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus tersebut ke KPK.
"Kita percayakan dan serahkan pada KPK untuk proses hukumnya lebih lanjut," ujar Andi.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan hakim Pengadilan Negeri Balikpapan, Kayat, sebagai tersangka kasus suap pemulusan perkara penipuan.

Hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kalimantan Timur, Kayat dengan mengenakan rompi oranye dibawa ke ruang tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (4/5/2019). Kayat terjaring OTT KPK atas kasus suap saat menerima uang senilai Rp 100 juta dari Rosa dan Jhonson di PN Balikpapan. Tribunnews/Jeprima
Hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kalimantan Timur, Kayat dengan mengenakan rompi oranye dibawa ke ruang tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (4/5/2019). Kayat terjaring OTT KPK atas kasus suap saat menerima uang senilai Rp 100 juta dari Rosa dan Jhonson di PN Balikpapan. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)
Halaman
1234
Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved