Spanduk Warga Batam Dukung Ex-Officio Muncul; “Sejak Kapan Kami Mendukung”

Jumat (10/5/2019) pagi, bertebaran spanduk tandingan. Isunya sama; ex officio tapi narasi dan sikapnya berbeda; spanduk mendukung Wali Kota

Spanduk Warga Batam Dukung Ex-Officio Muncul; “Sejak Kapan Kami Mendukung”
TRIBUNBATAM.id/DEWI HARYATI
Ratusan pegawai BP Batam membubuhkan tandatangannya di spanduk sepanjang kurang lebih 15x2 meter, Kamis (9/5/2019) sore. 

Ketegangan ini muncul setelah Sekretraris Menteri Koordinator Ekonomi (Sesmenko) Suswijono memimpin rapat “Konsultasi Publik” di Kantor Kemenkoekonomi di Jl Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (7/5/2019).

Rapat membahas tentang aturan dasar sekaligus revisi kedua penetapan Wali Kota Batam sebagai ex 0fficio Kepala BP Batam, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2007. Isu krusial di rujukan hukum ini berisi   tentang Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam (FTZ dan Kawasan Ekonomi Eksklusif).

Spanduk mendukung Wali Kota Batam jadi Kepala Ex Officio Badan Pengusahaan (BP) Batam dipasang warga di komplek Tiban Lama, Batam, Jumat (10/5/2019).
Spanduk mendukung Wali Kota Batam jadi Kepala Ex Officio Badan Pengusahaan (BP) Batam dipasang warga di komplek Tiban Lama, Batam, Jumat (10/5/2019). (dok_tribun_batam_)

Dalam catatan Tribun, inilah kali pertama, dua satuan pengamanan sipil dan bertetangga kantor ini berhadap-hadapan dan dalam kondisi siaga dan tegang. 

Jika kelak Wali Kota Batam jadi ex-officio Kepala BP Batam, seperti deputi dan organ lainnya, secara otomatis juga Ditpam BP Batam akan berada dibawah taktis wali kota.

Ratusan pegawai BP Batam membubuhkan tandatangannya di spanduk sepanjang kurang lebih 15x2 meter, Kamis (9/5/2019) sore.
Ratusan pegawai BP Batam membubuhkan tandatangannya di spanduk sepanjang kurang lebih 15x2 meter, Kamis (9/5/2019) sore. (TRIBUNBATAM.id/DEWI HARYATI)

Kenapa Ketegangan dan Konflik Memanas Lagi?

Wacana ‘Ex Officio” ini sudah mencuat sejak satu dekade lalu. Ketegangan ini kembali, hangat setelah Kepala BP Batam (2017-2018) Lukita Dinansyah Tuwo dan Edy Putra Irwandy (2018-sekarang) menyatakan siap mengantar Wali Kota Batam menduduki jabatan ‘ex - officio” Kepala BP Batam, hingga 30 Mei 2019 lalu.

Kedatangan Presiden ke-3 Indonesia (1998-1999) BJ Habibie sekaligus perintis sekaligus Kepala BP Batam terlama (1978-1998) datang ke Batam akhir Mei 2019 lalu, menjadikan wacana ini kembali mencuat. Habibie enggan mengomentari wacana ex officio. Dalam jumpa pers, pihak BP Batam juga ‘melarang wartawan” bertanya soal isu ini ke BJ Habibie.

 Sampai Kapan Ketegangan Ini Akan Berlangsung?

Tanpa adanya kejelasan pemberlakuan aturan, diperkirakan ketegangan dan gesekan masih akan terjadi hingga akhir tahun.Rapat “Sosialisasi ex-Offcio di kantor Sesmenko” di Jakarta, memutuskan meninjau ulang masa penetapan Rudi (Wali Kota Batam) sebagai ex officio Kepala BP Batam, untuk diua bulan kedepan, hingga selesai penetapan Pilpres, Juli 2019. (*)

Penulis:
Editor: thamzilThahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved