Banjir Rendam 11 Rumah di Kampung Pandan Aran, Warga Terpaksa Mengungsi ke Tenda Darurat

Warga kampung terpaksa harus mengungsi ke tenda milik Kementerian Sosial atau ke rumah keluarganya yang ada di Batam.

Banjir Rendam 11 Rumah di Kampung Pandan Aran, Warga Terpaksa Mengungsi ke Tenda Darurat
TRIBUNBATAM.id/IAN SITANGGANG
Banjir menggenangi rumah warga di Kampung Pandan Aran Tembesi 

TRIBUNBATAM.id - Hujan yang mengguyur Batam Sabtu siang (11/5) membuat 11 rumah di Kampung Pandan Aran Tembesi terendam banjir. Banjir yang nyaris merendam hingga atap rumah itu diduga akibat penimbunan lahan yang dilakukan salah satu pengembang yang menutup semua saluran air dari kampung tersebut.

Warga kampung terpaksa harus mengungsi ke tenda milik Kementerian Sosial atau ke rumah keluarganya yang ada di Batam.
Di dalam tenda berukuran 6x4 tersebut ditempati empat keluarga dan sembilan anak anak, dengan hanya beralaskan tikar seadainya, tanpa ada perhatian dari pemerintah setempat.

Muliono, salah satu kepala keluarga mengatakan banjir yang mereka rasakan sudah terjadi selama dua minggu belakangan, semenjak Batam diguyur hujan."Banjir ini sudah dua minggu, biasanya kalau hujan datang setengah jam dengan deras pasti langsung banjir, karena tidak adanya saluran air,"kata Muliono.

Dia juga mengatakan, sebelum ada penimbunan lahan di tempat mereka tidak pernah terjadi banjir."Semanjak ada penimbunan lahan inilah, makanya setiap kali hujan selalu banjir,"kata Muliono.

Mereka sudah beberapa kali mengadu ke Lurah dan Camat Batuaji, namun tidak ada respon."Saat ini saja kita sudah kebanjiran, namun tidak ada perhatian dari pemerintah, lurah dan camat tidak pernah datang ke lokasi," kata Muliono.

Dia juga berharap Wali Kota Batam, melihat apa yang mereka rasakan. "Kita tidak tahu mau berbuat apa-apa, ini penimbun lahan tidak pernah bicara apa-apa dengan kita, bahkan sekarang kita sudah ke banjiran mereka tidak pernah ada respon," kata Muliono.

Miris dan sangat memprihatinkan apa yang dirasakan oleh warga Kampung Pandan Aran Tembesi, pasalnya sampai saat ini tidak ada perhatian dari pemerintah mulai dari lurah dan camat Batuaji.

Salah seorang korban banjir, Mama Fikri, mengungkapkan semua barang di rumahnya khususnya tempat tidur sudah basah, karena tidak sempat mengangkat saat hujan turun dan kebanjiran.

"Kami sudah tinggal di tempat ini lebih dari empat tahun, saya hanya kerja di warung makan. Dulu waktu ada penimbunan lahan di tempat ini kami berharap digusur dan diberikan ganti rugi, namun harapan itu tidak ada," kata Fikri.

Warga tidak berharap banyak dari pemerintah, mereka hanya butuh perhatian saja."Kami ini warga Batam, kami memiliki KTP domisili di Batam, bahkan kami memiliki Rt/Rw,"kata warga lainnya, Nenek Kurnia.

Namun selama ini perhatian dari lurah dan camat tidak ada. "Tidak tahulah, biarlah Tuhan yang membalasnya," katanya.

Camat Batuaji, Ridwan yang dikonfirmasi Tribun Batam tidak memberikan respon saat ditelepon, HP tidak diangkat

Di tempat terpisah Sekretaris Kecamatan Batuaji, Tatang yang dikonfirmasi mengatakan pihak kelurahan sudah turun beberapa hari yang lalu."Kemarin pihak kelurahan sudah turun,"katanya.

Saat ditanya apakah dari pihak kelurahan sudah turun atau langkah apa yang akan diambil untuk menolong warga Kampung Pandan Aran ya g mengalami kebanjiran."Kalau itu langsung tanya camat saja ya," kata Tatang. (*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Rimna Sari Bangun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved