BATAM TERKINI

Pemilu Serentak Banyak Tuai Kontroversi, Berikut Pendapat dari Pakar Politik

"Pemilu serentak yang diadakan banyak sekali polemik di dalamnya. Dapat kita lihat, beberapa orang pun berjatuhan sebagai korban," jelasnya kepada TRI

Pemilu Serentak Banyak Tuai Kontroversi, Berikut Pendapat dari Pakar Politik
Instagram
Foto anggota Polisi tidur di paha Anggota TNI Jaga Kotak suara Pemilu 2019 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pemilu serentak yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, Rabu (17/4/2019), mendapat banyak kritikan dari berbagai pihak.

Tidak hanya tiap peserta pemilu, masyarakat pun turut terkena imbas dari pemilu yang diadakan pertama kalinya di Indonesia tersebut.

Banyaknya petugas KPPS serta beberapa anggota kepolisian yang menjadi korban, pemilu ini pun mendapat perhatian khusus dari tiap ilmuwan atau pengamat politik di Indonesia.

Salah satunya pengamat politik di Kota Batam, Rahmayandi Mulya.

Pria yang menjabat sebagai Wakil Dekan FISIPOL Universitas Riau Kepulauan (Unrika) dan turut aktif mengajar di jurusan Ilmu Pemerintah itu turut memberikan komentarnya mengenai proses yang telah berjalan.

"Pemilu serentak yang diadakan banyak sekali polemik di dalamnya. Dapat kita lihat, beberapa orang pun berjatuhan sebagai korban," jelasnya kepada TRIBUNBATAM.ID, Minggu (12/5/2019) sore.

Empat Siswa SMK Negeri 1 Tanjungpinang Pringkat 10 Besar Hasil UN Tingkat Provinsi Kepri

SMAK Yos Sudarso Duduki Peringkat 1 Untuk Nilai Rata-rata UN SMA/MA Program Studi IPA

BREAKINGNEWS- Inilah Siswa SMA/SMK Peraih 10 Besar UN se-Kepri, Pinang Tertinggi, Batam Mendominasi

Erwin Siahaan Pengemudi Ojek Online Jadi Anggota DPRD, Kartu Namanya Pernah Dirobek Saat Kampanye

Menurutnya, faktor kelelahan serta ketatnya proses selama tahap persiapan serta pelaksanaan pemilu serentak menjadi faktor dominan yang mesti ditinjau ulang.

"Hari ini di Batam sendiri, pleno di tingkat kecamatan pun masih bergulir. Artinya, ada hal yang berlangsung ketat dan sarat akan potensi konflik. Sebagai contoh, jika belum selesai sementara pleno di KPU akan dimulai, ini kan menjadi catatan tersendiri dan tentunya ada sanksi administratif yang akan diberikan," tegasnya lagi.

Beberapa kali, pria yang sangat kental dengan dialek Makassarnya itu, menegaskan perlu peninjauan ulang terhadap pelaksanaan pemilu serentak.

"Pemilu kali ini adalah pemilu pembunuh. Pelaksanaannya untuk kedepan harus dikaji ulang karena banyak masalah yang terjadi," ujarnya lugas.

Baginya, sistem pemilu harus dikaji secara mendalam mulai dari faktor sosial-budaya, hukum dan politik, ekonomi, serta dari faktor geografis, dan keamanan.

"Ini tugas tenaga ahli dalam menyusun regulasi kedepannya," terangnya.

Selain itu, Rahmayandi juga mengimbau agar masyarakat serta peserta pemilu dapat berbesar hati untuk menerima apapun hasil yang terjadi nantinya.

"Tinggal ikuti saja mekanismenya. Jika ada hal yg sifatnya bertentangan dengan hukum, baiknya diselesaikan melalui jalur hukum," tutupnya. (dna)

Penulis: Dipa Nusantara
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved