PILPRES 2019

Viral di Medsos! Tanggapan Refly Harun Soal Jokowi Tidak Bisa Jadi Presiden Meski Unggul 54%

Sebuah tulisan yang viral di media sosial menyebutkan meski pasangan Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin meraup suara 51 persen lebih

Viral di Medsos! Tanggapan Refly Harun Soal Jokowi Tidak Bisa Jadi Presiden Meski Unggul 54%
KOMPAS.com/Kristian Erdianto
Refly Harun/Viral di Medsos! Tanggapan Refly Harun Soal Jokowi Tidak Bisa Jadi Presiden Meski Unggul 54% 

Viral di Medsos! Tanggapan Refly Harun Soal Jokowi Tidak Bisa Jadi Presiden Meski Unggul 54%

TRIBUNBATAM.id - Sebuah tulisan yang viral di media sosial menyebutkan meski pasangan Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin meraup suara 51 persen lebih di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, keduanya tak otomatis memenangi Pilpres 2019.

Dalam tulisan itu disebutkan, untuk dapat dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden, selain meraup suara 51 persen lebih, Jokowi-Maruf mesti memenuhi syarat lainnya yakni memenangkan suara di 1/2 jumlah provinsi atau 17 provinsi dari total 34 provinsi di Indonesia.

Syarat selanjutnya, di 17 provinsi lainnya yang kalah, Jokowi-Amin harus mendapatkan minimal 20 persen suara.

Presiden Jokowi Diancam Penggal Kepala, Tak Disangka Begini Tanggapan Gibran Rakabuming

UPDATE Hasil Real Count KPU Pilpres 2019 Minggu (12/5) Pagi Data Masuk 77,4% Suara Jokowi vs Prabowo

Pencekalan Kivlan Zen Dibatalkan, Masa Berlaku Paspor Akan Berakhir Jadi Alasan Polisi

Kivlan Zen Sebut SBY Licik, Agum Gumelar: Jangan Melampiaskan Diluar Etika

Argumen dalam tulisan itu merujuk pada Pasal 6A ayat (3) UUD 1945 yang berbunyi:
"Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari lima puluh persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya dua puluh persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia, dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden."
 Berikut isi lengkap tulisan yang viral di WhatsApp dan Facebook itu: 

Dedy McLaren:
JOKOWI DIPASTIKAN TIDAK MENANG PILPRES 2019

By: Restu Bumi

Nih saya Bongkar kenapa TKN lesu saat lihat Quick Count dan (Saat itu) gak berani Deklarasi kemenangan padahal Hasilnya memenangkan Jokowi tidak seperti saat Pilpres 2014.

Sekedar Catatan... 
Di belakang Jokowi ada Yusril Pakar ahli Tata Negara.

Berdasarkan UUD 1945 Pasal 6A Ayat 3 yang berbunyi:

"Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari lima puluh persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya dua puluh persen suara disetiap provinsi yang tersebar dilebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden."

Jadi Dalam pasal tersebut ada 3 syarat dalam memenangkan Pilpres :

1. Suara lebih dari 50%

Halaman
1234
Editor: Danang Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved