BPOM Kepri Gerebek Gudang Distributor, Sita Ratusan Makanan Kaleng Bernilai Puluhan Juta

BPOM Kepri melakukan penindakan terhadap sebuah gudang distributor makanan di Kelurahan Tanjungbalai, Karimun

BPOM Kepri Gerebek Gudang Distributor, Sita Ratusan Makanan Kaleng Bernilai Puluhan Juta
ist
Petugas BPOM Kepri saat melakukan penindakan di sebuah gudang distributor makanan di Karimun. 

TRIBUNBATAM. id - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kepri melakukan penindakan terhadap sebuah gudang distributor makanan di Kelurahan Tanjungbalai, Kecamatan Karimun.

Dalam operasi yang dilaksanakan pada Kamis (9/5) tersebut petugas menemukan sebanyak lima item pangan tanpa izin edar dengan jumlah 435 pieces. Ditaksir perkiraan nilai ekonomi barang yang diamankan sekitar Rp 92.800.000.

Kepala Karantina BPOM, Yosef Dwi Irwan yang dikonfirmasi melalui ponselnya pada Senin (13/5) mengatakan penindakan berawal dari pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya peredaran pangan kaleng dari luar negeri yang tidak ada izin dari Badan POM RI di Karimun.

"Kita lakukan investagasi dan ternyata betul. Hari Kamis kita melakukan penindakan dan ditemukan panganan kaleng dari luar negeri. Memang hanya lima item saja, tapi satu jenis bisa mencapai puluhan juta," kata Yosef.

Yosef menyebutkan saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman. Apabila terbukti maka pihak distributor bisa dijerat pasal 142 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan dengan sanksi pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp 4 miliar.

"Kita masih dalami apakah ada unsur kesengajaan akan kita gali lagi. Atau apakah sudah pernah dibina. Jika motifnya mencari keuntungan maka kita bisa kenakan melanggar Undang-Undang tentang pangan," terangnya.

Dijelaskan Yosef, panganan ilegal beresiko terhadap kesehatan karena diedarkan sebelum melalui evaluasi mutu dan keamanan oleh Badan POM. "Produk-produk dari luar ini sebenarnya bukan dilarang. Tapi harus diurus izin-izinnya," jelasnya.

Oleh karena itu Yosef mengimbau masyarakat agar selalu menjadi konsumen yang cerdas dengan hanya dengan membeli produk pangan yang telah terdaftar di Badan POM. Ia berpesan sebelum membeli selalu lakukan Cek KLIK, yaitu cek kemasan (jangan sampai terima produk dengan kemasan rusak), cek label (kelengkapan label seperti nama dan alamat produsen atau importir, komposisi, netto, kode produksi, ED), cek izin edar (harus terdaftar di BPOM) dan cek kadaluarsa.

"Apabila masyarakat membutuhkan informasi ataupun aduan tentang Obat dan Makanan dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) BPOM Batam di (0778) 761490 atau datang langsung di kantor BPOM Batam di jalan Hang Jebat, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam," tambahnya. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Rimna Sari Bangun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved