LIGA INGGRIS

Riang Gembira; Strategi Manajerial Pep Guardiola Membungkam Liverpool

Jika diibaratkan pemilu presiden di Indonesia, Liverpool adalah pemenang quick count versi pendukungnya. Namun pemenang real count-nya adalah City

Riang Gembira; Strategi Manajerial Pep Guardiola Membungkam Liverpool
CreditCarl Recine/Reuters
Pep Guardiola, front, thought Manchester City had handed the Premier League title to Jürgen Klopp’s Liverpool in January. But there was plenty of race still to run. 

MIMPI tiga dekade Liverpool untuk merengkuh tropi ke-19 Liga Inggris, di Anfield Stadion, Minggu (12/5/2019) tadi malam, kandas.

Bukan oleh Wolves, lawannya yang ditekuk 2-0 pada pekan ke-38 di EPL 2018/2019, mimpi itu sejatinya sudah dikandaskan Pep Guardiola, pelatih Manchester City, 17 pekan sebelumnya di Etihad Stadium, kandang City.

Dua gol striker dan gelandagan City, Sergio Aguero (40) dan Leroy Sane di menit ke-72,  dan dibalas gol tunggal striker The Reds, Roberto Firmino di menit ke -64, di awal Januari 2019 itu, sekaligus menjadi kekalah pertama dan terakhir Liverpool di musim ini.

Hasil Liverpool vs Wolverhampton, Gol Sadio Mane Bawa The Reds Unggul di Babak Pertama
Hasil Liverpool vs Wolverhampton, Gol Sadio Mane Bawa The Reds Unggul di Babak Pertama (TWITTER/LFC)

"Kami cuma kalah satu kali sepanjang musim. Kami memiliki segalanya. Kami mendapat 97 poin. Kami akan bertarung musim depan untuk mendapatkan gelar," kata striker Liverpool, Mohamed Salah, yang dikutip dari BBC, Senin (13/5) malam, usai melihat kegirangan City di kandang Brighton, untuk meraih tropi kedua EPL berturut-turut, 2017/2018 dan 2018/2019.

Liverpool masih punya harapan untuk menutup musim dengan gelar Champion Eropa. Itu jika bisa menekuk Totenham Hotspur di final strata tertinggi Eropa di Madrid, Spanyol, 1 Juni 2019 nanti.

Toh, bagaimana pun, titel juara liga utama Inggris adalah sesuatu yang sekali. Selama satu musim di liga, Liverpool tak pernah keluar dari tiga besar. Mereka cuma kalah satu kali, dari  City di awal Januari 2019, sementara City menelan empat kekalahan. 

Lagi, juara bukan tentang berapa kali kalah dan seri, namun juara tentang berapa kali kamu menang. 

City mencatatkan 32 kemenangan dan Liverpool 30 kemenangan. 

Sandungan berat Liverpool adalah dengan koleksi 7 kali hasil imbang sedangkan petahana, City cuma imbang 2 kali.

Toh sekali lagi, juara juga bukan tentang top score. Dua striker Liverpool, Mohamed Salah dan Sadio Mane yang mengoleksi masing-masing 22 gol, untuk tim, juga bukan parameter juara. Pierre-Emerick Aubameyang, striker pengoleksi 22 gol, juga hanya bisa mengantar timnya, The Gunners Arsenal, finis di posisi kelima klasemen.

Halaman
123
Penulis: Danang Setiawan
Editor: thamzilThahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved