Alasan Ekonomi, Pasangan Selingkuh Ini Nekat Curi Itik, Aksinya Dipergoki Warga

“Saya gak tau kenapa bisa sama dia mencuri, gak ngerti saya,” tandasnya dibarengi dengan pengakuan Ni Nengah Widnyani yang mengaku khilaf dan menyesal

Alasan Ekonomi, Pasangan Selingkuh Ini Nekat Curi Itik, Aksinya Dipergoki Warga
TRIBUN BALI/I MADE PRASETIA ARYAWAN
Polsek Tabanan saat menggelar perkara dua orang pelaku pencurian itik di Mapolsek Tabanan, Selasa (14/5/2019). 

Artadana melanjutkan, ketika pelaku Wayan Artana tersebut sedang mengambil salah satu itik, hal tersebut justru membuat ratusan itik lainnya ribut.

Hal itu pun memperkuat niat korban dan saksi untuk memergoki kedua pelaku yang sebelumnya sudah diintai.

“Setelah itik berbunyi itu korban, saksi, meneriaki pelaku dengan sebutan maling..maling..maling.. hingga warga setempat yang kebetulan ada acara adat serta anggota kami (polisi) langsung menuju TKP dan mengamankan pelaku,” tuturnya.

Setelah berhasil diamankan, kedua pelaku lantas digiring menuju Polsek Tabanan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dari pengakuan tersangka, bahwa baru dua kali melakukan pencurian itik di antaranya Jumat (19/4/2019) lalu yang dilakukan oleh I Wayan Artana seorang diri dengan mengambil 15 ekor itik.

Disinggung mengenai hasil curian dibawa kemana, Iptu Artadana menyebutkan hasil curian dijual di wilayah Pasar Hewan Kediri dengan harga Rp 20 Ribu per ekor, padahal harga normal seekor itik mencapai Rp 50-60 ribu.

“Tergolong sangat murah dijual oleh pelaku, mungkin agar cepat laku dan habis karena merupakan hasil curian,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat (1) dan (4) KUHP junto pasal 53 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Dua Tahun Berselingkuh, Wayan Artana dan Widnyani Terciduk Lakukan Ini di Kandang Itik

Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved