HEADLINE TRIBUN BATAM

Bos BP Batam Bantah Menjegal Walikota Soal Ex-Officio

Kehadiran Kepala BP Batam Edy Putra Irawady dalam rapat yang membuat Wali Kota Batam Rudi batal menjadi ex officio ini memicu anggapan miring.

Bos BP Batam Bantah Menjegal Walikota Soal Ex-Officio
TRIBUNBATAM.ID/WAHYU INDRIYATNO
HEADLINE TRIBUN BATAM 

“Di pansus ini apakah Batam akan dijadikan kota administratif, atau seperti cita-cita dibentuknya Batam. Atau kita bicara bentuk Provinsi Batam. Jadi jelas persoalannya," kata Dwi Ria.

Ia meminta agar persoalan Batam tidak diselesaikan sepotong-sepotong. Tetapi menyeluruh, sampai ke akar permasalahnnya.

"Karena Batam, Kepri ini ingin dimajukan demi kepentingan masyarakatnya," sambungnya, sembari meminta kepada rekan-rekannya di Komisi untuk melanjutkan upayanya, membentuk pansus penyelesaian masalah Batam, jika dia tak lagi duduk di DPR RI.

Pada kesempatan itu, ia juga menyinggung persoalan yang terjadi di Batam saat ini, isu dualisme mengemuka pertama kali sekitar 2017 lalu.

Saat itu BP Batam dipimpin Hatanto Reksodipoetro. Hubungan kerja antara Kepala BP Batam saat itu, dan Wali Kota Batam, Rudi diakuinya memang kurang baik.

"Ada acara, yang satu hadir, yang satunya tak hadir. Hari ini muncul di koran begini, besoknya muncul lagi di koran begini," kata Dwi Ria.

Persoalan yang terjadi beberapa tahun silam itu, lanjutnya, berdampak hingga saat ini.

Kepemimpinan di BP Batam berganti beberapa kali, tanpa kajian yang komprehensif.

Dalam RDP itu, Dwi Ria juga menyampaikan kekecewaannya karena Ketua Dewan Kawasan Darmin Nasution tak hadir di RDP.

Beberapa kali diundang rapat, Darmin tak hadir. Padahal niat Komisi II DPR RI, ingin menyelesaikan persoalan yang terjadi secara komprehensif. 

Halaman
1234
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved