Roma Ardadan PNS Kepri Terjerat Sabu, Polda Jambi Sebut Masuk Jaringan Internasional

"Penangkapan dilakukan di dua TKP, pertama di rumah makan Garam Asem pal 10 Kota Jambi, dan satu lagi di Pos PJR unit III perbatasan Jambi Palembang,"

Roma Ardadan PNS Kepri Terjerat Sabu, Polda Jambi Sebut Masuk Jaringan Internasional
Tribunjambi/Fadly
Polda Jambi gagalkan peredaran 1,3 Kg sabu dan ribuan ekstasi. 

TRIBUNBATAM.idDua warga Kepri terlibat kasus penangkapan sabu seberat 1,3 kg dan ekstasi sebanyak 12.511 butir oleh Polda Jambi, merupakan jaringan intnernasional. 

Dua warga Kepri itu Roma Ardadan Julica (38), asal Kota Tanjungpinang berstatus PNS dan Agustinus (38) warga Bintan ditangkap bersama dua pelaku lainnya M Rizal (27) dan Eko Rinaldi (29), warga Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Provinsi Jambi.

Roma Ardadan pernah menjabat ajudan Gubernur Kepri Muhammad Sani (alm) atau gubernur sebelum Nurdin Basirun.

Penangkapan Roma Ardadan Julica dan tiga pelaku itu diyakini Polda Jambi sebagai jaringan internasional dalam peredaran narkoba baik sabu maupun esktasi. 

Roma Ardadan Ditangkap Polda Jambi, Gubernur Nurdin : Jarang Masuk Kantor Sering Minta Jabatan

Polisi Sebar Foto Duia Wanita Dalam Video Ancam Penggal Kepala Jokowi. Diminta Serahkan Diri

Roma Ardadan PNS Prov Kepri Dibekuk Polda Jambi Terkait Kasus Sabu, Penangkapannya Menegangkan

Kabar Duka Datang dari Prabowo Subianto, Capres Nomor Urut 02 Sampaikan Berita Duka di Medsos

Sabu yang diamankan bersama para pelaku ini rencananya juga akan dibawa ke Palembang. 

Empat pelaku itu pun ditangkap ditempat berbeda.  

"Penangkapan dilakukan di dua TKP, pertama di rumah makan Garam Asem pal 10 Kota Jambi, dan satu lagi di Pos PJR unit III perbatasan Jambi Palembang," jelas Kapolda Irjend Pol Muchlis AS yang didampingi Dir narkoba Polda Jambi Kombes Pol Eka .W, Selasa (14/5/2019).

Penagkapan terjadi pada Minggu (12/5) sekira pukul 15.00 WIB.

Total barang bukti yang diamanakan oleh Ditnarkoba Polda Jambi yakni 1.3 kilogram sabu-sabu dan juga 12.511 butir ekstasi.

"Jika diuangkan kurang lebih sekitar Rp 8 miliar," jelas Kapolda.

Kapolda Jambi mengatakan mereka ini adalah jaringan internasional. "Barang haram ini dibawa dari kepulauan Riau, dengan tujuan Palembang," ungkapnya.

Halaman
123
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved