BATAM TERKINI

Pawai Kelulusan Hingga Tengah Malam, Siswa SMA Batam Akhirnya Cium Tangan Polisi di Simpang Bengkong

Sejumlah siswa terjaring operasi pembinaan polisi setelah melakukan pawai kelulusan hingga dini hari, Selasa (14/5/2019).

Pawai Kelulusan Hingga Tengah Malam, Siswa SMA Batam Akhirnya Cium Tangan Polisi di Simpang Bengkong
TRIBUNBATAM.id/THAMZIL THAHIR
Sejumlah siswa SMA dan sekolah kejuruan di Kota Batam, Kepulauan Riau, yang ikut pawai kelulusan Senin (13/5/2019) siang hingga menjelang pukul 01.00 WIB, Selasa (14/5/2019) tengah malam diamankan polisi. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tradisi pawai kelulusan kelompok siswa SMA dan sekolah kejuruan di Kota Batam, Kepulauan Riau, berlangsung sepanjang Senin (13/5/2019) siang hingga menjelang pukul 01.00 WIB, Selasa (14/5/2019) tengah malam.

Sekitar pukul 22.30 WIB, sekelompok dari mereka pawai di kawasan kuliner Mega Legenda di Batam Center.

Sebagian dari mereka mengenakan emblem sekolah menengah kejuruan, dengan tulisan otomotif, elektro.

Ada beberapa siswi namun mereka didominasi siswa.

Namun, saat mendengar sirine mobil patroli Polres Barelang, mereka pun berpencar, menghindari kejaran polisi.

Setelah kejar-kejaran, sekitar hampir 1 jam, sekitar pukul 23.45 WIB, sekolompok dari mereka terjebak.

Mereka dihadang di kawasan Bengkong Mahkota, dan Simpang Bengkong Sadai, sehingga akhirnya terjaring operasi pembinaan.

Melalui jaringan komunikasi frequensi 14. Mhz, jejaring Polsek se Batam, resmob Polres Barelang, dan dibantu tim Reserse Mobile Polda Kepri, mereka ’terpecah-pecah dalam kelompok kecil.

Sekitar pukul 23.43 WIB, sekelompok siswa dengan emblem SMA Negeri 14 Batam, bertekuk.

Motor yang mereka kendarai dan tumpangi diamankan polisi.

BREAKINGNEWS - Pintu Mobil Box Mendadak Terbuka, Minuman Beralkohol Berserakan di Jalan Sei Panas

Hari Pertama PPDB 2019 di Batam, Orangtua Penuhi Halaman Sekolah SMPN 3 Batam, Lihat Foto-fotonya!

PPDB 2019 di Batam Gunakan Sistem Zonasi, Penentuan Zona Pakai Bantuan Google Map

Resmi Menjadi Seorang Ibu, Tasya Kamila Bocorkan Nama Anak Pertamanya di Instagram

Sejumlah siswa SMA dan sekolah kejuruan di Kota Batam, Kepulauan Riau, yang ikut pawai kelulusan Senin (13/5/2019) siang hingga menjelang pukul 01.00 WIB, Selasa (14/5/2019) tengah malam diamankan polisi.
Sejumlah siswa SMA dan sekolah kejuruan di Kota Batam, Kepulauan Riau, yang ikut pawai kelulusan Senin (13/5/2019) siang hingga menjelang pukul 01.00 WIB, Selasa (14/5/2019) tengah malam diamankan polisi. (TRIBUNBATAM.id/THAMZIL THAHIR)

Mereka pun digiring untuk duduk bersila di pelataran parkir Alfa Midi Bengkong.

Secara bergantian perwira pertama dan bintara senior polisi memberi wejangan. Penanngkapan mereke di pimnggir jalan untuk pembinaan.

“Eh, baju kalian ini lebih baik diserahkan ke panti asuhan. Kalian keliling kota membuat masyarakat resah, lalu lintas macet.” kata seorang bintara senior berpakaian sipil.

Laiknya, seorang penceramah tarawih, panit Patroli Polsek Bengkong Ipda Raffandi menasehati mereka, “Kalian ini lebih baik pergi tarawih, tinggal di rumah baca buku. Bantu orang tua. Kalau sampai tengah malam keliling kota pawai, anak yatim piatu lebih baik dari kalian.”

Setelah sekitar setengah jam, duduk melantai di area parkir, para siswa terjaring ini diminta menelpon orang tua dan kerabat terdekat mereka.

“Coba siapa yang tinggal di Bengkong, mana nomor telpon bapakmu, ini telpon dia ke sini,” kata perwira dari Polres.

Berbicara di telepon, terdengar Panit Patroli berbicara dengan suara tegas kepada salah seorang orangtua siswa terjaring.

“Ini jemput anak bapak. Kalau hari kelulusan jangan beri mereka motor, jangan beri pembeli minyak (bensin),” katanya.

Siswa yang sudah datang jemputannya pun, meninggalkan pelataran parkir.

Sebelum berangkat, sekitar 30-an siswa itu menyalami para polisi, menunduk dan mencium tangan Pak Polisi.

Kepada Tribun Batam, Panit Patroli Polres Bengkong Ipda Raffandi menyebutkan, operasi penegakan hukum dan ketertiban warga ini, lebih untuk memberi efek jera kepada siswa.

“Ini operasi spontan saja dari Polsek Bengkong, Polres dan juga dari Resmob Polda,” katanya.

Mengendarai sepeda motor, mengenakan seragam sekolah yang sudah dicoret atau dicat semprot pylox, dan tak berhelm pengaman, mereka berkeliling kota.

Satu kelompok jumlahnya bisa mencapai 30-an kendaraan roda dua, bahkan hingga seratusan kendaraan.

Kebanyakan berboncengan, namun tak sedikit yang mengendarai sendiri motornya.

Seperti di sejumlah kota urban di Indnesia, inilah tradisi tahunan merayakan kelulusan atau masa akhir mereka di sekolah menengah atas, sebelum melanjutkan kuliah atau bekerja. (tribunbatam.id/thamzil thahir)

Penulis: thamzilThahir
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved