Resmi Dirilis, Game For Peace, Game Pengganti PUBG di Cina, Ini Perbedaannya

Game For Peace, game pengganti PUBG di Cina. Walaupun terlihat sama, kedua game ini juga ada perbedaanya. Apa saja perbedaannya?

TRIBUNBATAM.id - Game PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) termasuk game battle royale yang banyak diminati anak-anak gamers saat ini.

Game satu ini bahkan sering diadakan turnamen dari lokal hingga internasional.

Tetapi PUBG sepertinya tidak diterima di sebuah negara, dilansir dari TribunJogja.com ada 4 negara yang tidak menerima masuk PUBG di negaranya.

Ada Cina, India, Nepal, dan Irak, dan untuk peminat game battle royale seperti PUBG. Di Cina ada game pengganti yang mirip dengan PUBG.

Untuk Cina memang baru-baru ini ditutup oleh Tencent, dan PUBG diganti dengan Game For Peace dan disebut-sebut sukses di Cina. 

Dan game ini terbilang sukses di Cina karena dalam waktu 72 jam sudah mendapatkan keuntungan US $ 14 juta.

Hari Pertama PPDB 2019 di Batam, Orangtua Penuhi Halaman Sekolah SMPN 3 Batam, Lihat Foto-fotonya!

BREAKINGNEWS - Pintu Mobil Box Mendadak Terbuka, Minuman Beralkohol Berserakan di Jalan Sei Panas

Info Loker Batam Hari Ini Mulai dari Staf Produksi hingga Head Marketing

PPDB 2019 di Batam Gunakan Sistem Zonasi, Penentuan Zona Pakai Bantuan Google Map

 

Game For Peace hanya diperutukan untuk pengguna iOS dan bisa didownload secara gratis di Apps Store..

Walaupun Game For Peace merupakan kloningan dari PUBG Mobile, game ini gagal mendapakan lisensi yang memungkinkan mendapatkan keuntungan dari Game For Peace yang sukses di Cina.

Berdasarkan kutipan dari hai.grid.id menurut Reuters, Tencent menyatakan bahwa lebih dari 70 juta pemain PUBG Mobile aktif setiap hari di Cina, akan dipindahkan profil dan levelnya ke Game For Peace, yang memang dimaksudkan sebagai pengganti. 

Jika dilihat dari grafisnya, PUBG dan Game For Peace nyaris hampir sama. Tetapi Tencent mengatakan kalau kedua game ini memiliki genre yang berbeda.

Jika PUBG saling serang lawan untuk menjadi nomor satu, di Game For Peace ini hanya seperti latihan militer yang mana mendukung para pejuang negara yang telah menjaga langit di Cina.

Selain itu yang berbeda dari dari game ini, saat knock maka lawan akan melambai ke kita yang sudah kill lawan, dan saat ditembak warna yang keluar lebih ke hijau.

Dramatis, Evakuasi Bocah 5 Tahun yang Kakinya Terjepit di Eskalator Bandara Jewel Changi Singapura

Info Loker Batam Hari Ini Mulai dari Staf Produksi hingga Head Marketing

BREAKINGNEWS - Pintu Mobil Box Mendadak Terbuka, Minuman Beralkohol Berserakan di Jalan Sei Panas

Hari Pertama PPDB 2019 di Batam, Orangtua Penuhi Halaman Sekolah SMPN 3 Batam, Lihat Foto-fotonya!

Dari web Tencent mengatakan kalau Game For Peace termasuk game yang dikembangkan  dalam bentuk penghargaan kepada 'Pejuang Langit Biru' yang telah menjaga udara di negara tersebut.

Game For Peace juga menghilangkan unsur gore seperti yang ada di PUBG atas regulasi dari pemerintah Cina.

Dan dikutip dari Kontan.co.id, Tencent yang sudah menutup PUBG di Cina minggu lalu, dan mengalihkannya ke game yang lebih patriotik, yang mana memiliki persetujuan pengaturan untuk menghasilkan pendapatan.

Sensor Tower juga mengatakan jumlah yang diperoleh oleh Game for Peace selama tiga hari pertama adalah sekitar enam kali total yang dihabiskan oleh pengguna pada PUBG di negara lain.

Tencent yang sudah merilis Game For Peace ini dapat memindahkan data dari PUBG secara otomatis.

Dilansir dari TribunStyle.com, Tencent menerima persetujuan untuk menghasilkan pendapatan dari judul baru dari regulator bulan lalu, yang berarti pengguna dapat membeli skin dan barang-barang dalam game lainnya dengan segera.

Apakah Game For Peace bisa dimainkan di Indonesia? Kita tunggu kabar selanjutnya.

(Dikutip dari berbagai sumber)

 

Penulis: Mona Andriani
Editor: Mona Andriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved