Videonya Viral! Benarkah HS Berniat Penggal Kepala Jokowi? Begini Kata Polda Metro Jaya

Videonya Viral! Benarkah HS Berniat Penggal Kepala Jokowi? Begini Kata Polda Metro Jaya. Simak Selengkapnya disini

Videonya Viral! Benarkah HS Berniat Penggal Kepala Jokowi? Begini Kata Polda Metro Jaya
Wartakota/Budi Sam Law
Videonya Viral! Benarkah HS Berniat Penggal Kepala Jokowi? Begini Kata Polda Metro Jaya 

Videonya Viral! Benarkah HS Berniat Penggal Kepala Jokowi? Begini Kata Polda Metro Jaya

TRIBUNBATAM.id - Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk HS (25) pria yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi saat berdemonstrasi di depan Gedung Bawaslu beberapa waktu lalu.

Video berisi ancaman Hermawan ini sempat viral di media sosial. Ia kemudian dibekuk di rumah Budenya di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, Minggu (12/5/2019) pagi sekira pukul 08.00.

HS yang bekerja di Badan Wakaf Al-quran di Tebet, Jakarta Selatan, diketahui bersembunyi di sana dan menghilang dari rumahnya di Palmerah, Jakarta Barat.

Setelah diamankan polisi, penyidik masih mendalami motif, latar belakang, dan tujuan Hermawan melakukan pengancaman.

Apakah ia benar-benar atau serius memiliki niat dan rencana untuk memenggal kepala Jokowi?

HARI INI Selasa (14/5) BPN Prabowo-Sandiaga Gelar Acara Ungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019

Eggi Sudjana & Kivlan Zen Tersangkut Dugaan Makar, Mahfud MD Sebut 3 Kategori Makar, Apa Saja?

Bakal Dikenai Pasal Makar, Simak 5 Fakta Penangkapan HS, Pria yang Mengancam Penggal Kepala Jokowi

Wakil Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary Syam di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/5/2019) mencoba menjawabnya.

"Apakah yang bersangkutan benar-benar akan melakukannya, makanya masih didalami penyidik semuanya," kata Ade.

Ade menjelaskan intinya polisi melakukan penyidikan berdasarkan video viral yang beredar dan dilaporkan masyarakat ke pihaknya.

"Kita menyidik karena ada aturan yang dilanggar. Itu namanya azas legalitas, jadi bunyi pasalnya  Pasal 104 KUHP seperti itu. Seseorang yang melakukan perbuatan dengan makar dengan cara membunuh Presiden, maka dianggap suatu tindak pidana," kata Ade.

Ia menjelaskan HS, dibekuk di rumah Budenya di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, Minggu (12/5/2019) pagi sekira pukul 08.00.

Halaman
1234
Editor: Danang Setiawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved