HEADLINE TRIBUN BATAM

Jamilah Histeris di Hang Nadim Saat Tahu Jenazah Putrinya Ditinggal Pesawat di Bandara Soetta

Jamilah, ibu Aqilah, yang ditinggalkan oleh maskapai Lion Air di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang histeris di Bandara Hang Nadim.

Jamilah Histeris di Hang Nadim Saat Tahu Jenazah Putrinya Ditinggal Pesawat di Bandara Soetta
TRIBUNBATAM.ID/WAHYU INDRIYATNO
HEADLINE TRIBUN BATAM 

"Saya tidak tahu apakah ambulans itu ada bawa mayat atau tidak, cuma perasaan saya was-was, bagaimana kalau pihak pesawat lupa dan jenazah anak saya tertukar dan diangkut ke mana-mana. Tapi pikiran itu coba saya tepis. Tak tahunya begini kejadiannya (jenazah Aqilah ditinggal pesawat, red)," kata Jufri.

Jufri dan keluarganya terdiri dari sang istri dan tiga anak, semua dalam satu pesawat Lion Air JT-378 yang tinggal landas dari bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 13.30 WIB.

Mereka tak tahu jika peti jenazah dipisah ke pesawat lain.

Akibat peristiwa itu, semua jadwal yang telah disusun keluarganya perihal pemulangan dan pemakaman Aqilah di Tanjungbalai jadi berantakan.

Jenazah Aqilah diterbangkan menggunakan Batik Air pada sore hari, dan sampai Batam sekitar pukul 20.00 WIB.

"Padahal di bandara sudah menunggu petugas SR, mobil ambulans. Ada seorang ibu dari SR yang saya lihat paling tidak terima. Mungkin dia sudah capek menunggu, tahu-tahunya begitu," kata Jufri.

Dari bandara Hang Nadim, jenazah Aqilah dibawa ke Sekupang untuk diseberangkan ke Tanjungbalai Karimun menggunakan boat pancung sewaan.

Jenazah Aqilah sampai di Tanjungbalai Karimun sekitar pukul 22.30 WIB dan langsung dikebumikan di TPU Sungair Pasir, Kecamatan Meral, tak jauh dari rumah neneknya.

"Lubangnya (kuburan, red) sudah selesai dari sore, karena perkiraan kita paling lama itu jam 6 sore sudah sampai di sini. Harus segera dikebumikan karena (jenazah) Aqilah sudah satu malam di Jakarta," kata Jamilah menambahkan.

Murid SDN 003 Pangkalan Kerinci itu meninggal dunia setelah menderita kanker mata selama 2,5 tahun.

Aqilah sempat dirawat dan menjalani kemoterapi sebanyak 8 kali di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau.

Aqilah kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Di sana Aqilah kembali menjalani kemoterapi sebanyak 4 kali.

Dua bulan di RSCM, takdir berkehendak lain, Aqilah menghembuskan nafasnya Senin (13/5).

Aqilah meninggalkan orangtuanya, dua kakak dan satu adik kembar identiknya bernama Atikah.

Bagi kembarannya, Atiqah, kepergian Aqilah sungguh memukul perasaannya. "Atikah sempat nanya, kenapa Aqilah tak ikut sama dengan kita, di situ saya terenyuh," ujar Jamilah. (tribunbatam.id/rachta yahya/endra kaputra)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved