Dam Harapan Mulai Terisi Air Baku, Penggiliran Setiap Rabu dan Sabtu masih Berlanjut

Level air Dam Harapan mulai meningkat meski belum dalam kondisi aman. Penggiliran air dari IPA Harapan masih tetap berjalan dua kali setiap pekannya.

Dam Harapan Mulai Terisi Air Baku, Penggiliran Setiap Rabu dan Sabtu masih Berlanjut
Istimewa
Dam Harapan sudah mulai terisi air baku. 

TRIBUNBATAM.id - Curah hujan yang turun beberapa hari terakhir di Batam cukup menambah level air baku Dam Harapan. Level air Dam Harapan mulai meningkat meski belum dalam kondisi aman. Penggiliran air dari IPA Harapan masih tetap berjalan dua kali setiap pekannya.

"Intensitas hujan yang turun akhir-akhir ini sebagai awal yang bagus, Dam Harapan sudah mulai terisi, namun masih belum dalam batas aman untuk dihentikan rationing. Kita berharap curah hujan turun lebih banyak di area Dam," jelas Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB, Jumat (17/5/2019).

Dam Harapan kondisinya masih minus, level air baku di Dam Harapan saat ini masih berada di level minus 145 centimeter dari permukaan spillway. Penghentian rationing belum bisa dilakukan mengingat kondisi Dam belum dalam perfoma baik.

"Rationing dihentikan apabila Dam Harapan sudah dalam kondisi pulih, ditambah lagi intensitas hujan cukup tinggi di area Dam juga diperlukan," harap Maria.

Program penggiliran air bersih masih tetap berlangsung setiap pekannya yakni Sabtu dan Rabu. Selama penggiliran berlangsung IPA Harapan tidak berproduksi selama 24 jam mulai pukul 00.00-24.00 WIB.

"Kami tetap menghimbau pelanggan untuk tetap berhemat dan bertoleransi menggunakan air selama penggiliran," harap Maria.

Pelanggan diharapkan lebih memahami saat proses penggiliran berlangsung. Proses normalisasi suplai air tidaklah sama dengan listrik, sehingga membutuhkan waktu sampai ke pelanggan.

"Suplai air mengalir akan membutuhkan waktu, hal ini menyebabkan suplai air terkadang tidak sesuai jadwal ke pelanggan, apalagi wilayah pelanggan yang jauh dan berada di daerah ujung pipa," tambah Maria

Mengurangi potensi lamanya air tidak mengalir ke pelanggan di ujung pipa atau di lokasi tinggi, adalah dengan bertoleransi memakai air. Agar pelanggan lainnya yang berada di ujung pipa dan elevasi tinggi tetap bisa menggunakan air.

"Kami selalu menghimbau ke pelanggan agar berhemat memakai air bersih, gunakan air seperlunya bukan secukupnya. Lebih penting lagi bisa bertoleransi menggunakan air bagi pelanggan lainnya," utup Maria.

Rationing diberlakukan bukan untuk membatasi pelanggan menggunakan air. Namun mengingatkan pelanggan untuk dapat mensiasati penggunaan air agar lebih hemat.

Krisis air bukan kesalahan produksi dan pendistribusian air bersih dari ATB. Namun karena berkurangnya jumlah air baku akibat volume air di dam menyusut. Bertoleransi dalam menampung dan menggunakan air seperlunya, bukan secukupnya. (*)

Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved