PILPRES 2019

Jokowi-Maruf Menang di Jakarta, Saksi Prabowo-Sandiaga Tolak Tanda Tangan, Ini Alasannya

Saksi pasangan Prabowo-Sandiaga Uno menolak menandatangani hasil penghitungan suara pemilihan presiden dan wakil presiden tingkat Provinsi DKI Jakarta

Jokowi-Maruf Menang di Jakarta, Saksi Prabowo-Sandiaga Tolak Tanda Tangan, Ini Alasannya
Tribunstyle.com/ Source: Facebook Capres Cawapres 2019
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Saksi pasangan Prabowo-Sandiaga Uno menolak menandatangani hasil penghitungan suara pemilihan presiden dan wakil presiden di tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Penolakan tanda tangan itu diawali keberatan yang diajukan saksi 02, Ahmad Fauzi terhadap Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) yang tercantum dalam rekapitulasi tersebut.

"Saya agak keberatan mungkin kita harus sinkronkan dulu antara DPTB dan DPK. Kami melihat ada kurang sinkron angka, kami minta form keberatan saja," kata Fauzi di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2019).

Ketua KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos yang memimpin rapat pleno perhitungan suara tersebut tidak langsung mengabulkan permohonan Fauzi.

Ia mengatakan, keberatan Fauzi harus diperjelas.

Sebab, lanjut dia, perhitungan suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (PPWP) selama ini tidak menemui masalah berarti.

Driver Ojek Online (Ojol) Diduga Bakar Anjing Hidup-hidup, Polisi: Pelaku Ngira Kandangnya Kosong

UPDATE Hasil Real Count KPU Pilpres 2019 Sabtu (18/5) Pagi Data Masuk 87,79% Suara Jokowi vs Prabowo

Serukan Perang dengan Indonesia, KKB Papua Ancam Tembak Mati Pekerja PT Freeport, Sebut Nama Prabowo

Viral di Medsos! Video Detik-detik Emak-emak Hadang Rombongan Jokowi di Tengah Jalan

Pusat "PPWP DC (formulir rekapitulasi presiden dan wakil presiden) itu rekap yang sudah kita lakukan se-DKI Jakarta. Mohon argumentasinya menolak kenapa?" ucap Betty.

Kemudian, Fauzi menjelaskan tercatat 225.556 pemilih di DPK dengan tingkat partisipasi 221.536 pemilih.

Dengan demikian, lanjutnya, ada selisih sekitar 4.000 pemilih.

Atas dasar itulah, ia menolak menandatangani formulir DC dan mengisi formulir keberatan hasil tersebut.

"Enggak masuk nalar, iya TPS-nya banyak, jumlahnya 225 ribu DPK yang mendaftar jam 12 siang lalu mencoblos hari itu juga," kata Fauzi.

Atas dasar itulah, ia mengajukan keberatan atas hasil rekapitulasi tersebut.

Adapun, di tingkat Provinsi DKI Jakarta, pasangan calon dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul dengan perolehan 3.279.547 suara, sedangkan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapatkan 3.066.137 suara. (kompas)

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi-Ma'ruf Menang di Jakarta, Saksi Prabowo-Sandiaga Tolak Tanda Tangani Hasil Rekapitulasi"

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved