Breaking News:

Miris, 25 Tahun Tinggal di Gubuk 2x3 Meter, Nenek Sainimah tak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah

Nenek 65 tahun bernama Sainimah harus banting tulang untuk menyambung hidup Sejak ditinggal sang suami tiga tahun silam, kehidupan Nenek Sainimah kia

Editor: Eko Setiawan
Reigan
Rumah Sainimah, warga Desa Babat Kecamatan Penukal menjadi satu potret warga miskin di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 

TRIBUNBATAM.id - Nenek 65 tahun bernama Suminah harus bantung tulang untuk menyambung hidup

Sejak ditinggal sang suami tiga tahun silam, kehidupan Nenek Sainimah kian berat.

Wanita berusia 65 tahun ini harus banting tulang untuk mencukupi kehidupannya.

warga Desa Babat Kecamatan Penukal menjadi satu potret warga miskin di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) .

Bagaimana tidak, dirinya yang tinggal seorang diri harus tetap bertahan hidup dibawah garis kemiskinan meski mencari nafkah dengan menyadap karet.

Sementara, dari perkawinannya selama 25 tahun dengan sang suami, dirinya tidak dikaruniai anak.

Tolak People Power, Airlangga :Jika Tak Puas Hasil Pemilu, Adukan ke MK

Smanti dan Paytren Bersedekah, Bagi 5000 Takjil dan Buka Bersama Anak Yatim

Guru Honorer Cabuli Seorang Siswi, Ruang UKS Jadi Tempat Pelempiasan Bejat Pelaku 

Bahkan rumah yang mirip gubuk berukuran lebih kurang 2X3 meter berdinding anyaman bambu ditempati lebih dari 25 tahun.

Bangunan non permanen itu masih menumpang di lahan milik warga setempat.

Tidak ada isi rumah yang mewah, bahkan listrik pun dia masih menggunakan minyak tanah.

Mirisnya beras pra sejahtera (Rastra) atau Raskin selama dirinya hidup, belum pernah dia nikmati.

Apalagi jenis bantuan pemerintah lainnya, PKH, BLSM atau jenis batuan lainnya tidak pernah dia dapatkan.

"Orang miskin seperti aku ini tidak ada yang membutuhkan, saat ini memang masih punya tenaga, tetapi kalau sudah sakit-sakitan, aku takut tidak ada orang yang mau mengurus. "

"Namun, aku pasrahkan saja pada Tuhan," ujar nenek Sainimah, Minggu (19/5/2019).

Menurutnya, yang ia makan saat ini murni dari tetes keringatnya sendiri dari hasil upahannya menyadap karet.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved