IPA Harapan Belum Bisa Berproduksi Maksimal, Penggiliran Aliran Air Masih Berlanjut

Sejak rationing 20 April 2019 hingga saat ini, IPA Harapan belum bisa berproduksi maksimal dan level air baku di Dam Harapan belum dalam batas aman.

IPA Harapan Belum Bisa Berproduksi Maksimal, Penggiliran Aliran Air Masih Berlanjut
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Dam Sungai Harapan saat di foto dari udara, IPA Harapan saat ini belum bisa berproduksi maksimal 

TRIBUNBATAM.id - Curah hujan yang turun jadi pertanda baik bagi ketersediaan air baku dalam Dam.

Sejak rationing 20 April 2019 hingga saat ini, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Harapan belum bisa berproduksi maksimal. Level air baku di Dam Harapan belum dalam batas aman produksi.

"Kita berharap curah hujan bisa turun lebih banyak di wilayah Dam, agar bisa kembali terisi. Meski level air baku ada kenaikan, namun rationing masih dilakukan karena belum sepenuhnya pulih," ujar Head of Corporate Seceretary ATB, Maria Jacobus, Senin (20/5/2019).

Meski Dam Harapan sudah mulai terisi namun jumlahnya tidak mencukupi. Dam Harapan saat ini masih berada di level -140 (minus 140) centimeter dari permukaan spillway dan belum bisa dilakukan produksi secara normal. Selain tergantung dengan curah hujan, sedimentasi Dam Harapan belum teratasi oleh pemerintah.

Kebijakan penggiliran suplai air, merupakan upaya ATB guna mempertahankan keberlangsungan produksi air bersih bagi pelanggan di wilayah Sekupang dan sekitarnya.

Program penggiliran air bersih masih tetap berlangsung setiap pekannya yakni Sabtu dan Rabu. Selama penggiliran berlangsung IPA Harapan tidak berproduksi selama 24 jam mulai pukul 00.00-24.00 WIB.

"Dihentikannya rationing tentu harus dicermati dengan matang, pelayanan ke pelanggan tetap jadi prioritas. Bila kondisi Dam Harapan sudah dalam kondisi pulih, tentunya rationing bisa dihentikan," harap Maria.

Dam Harapan Mulai Terisi Air Baku, Penggiliran Setiap Rabu dan Sabtu masih Berlanjut

Bayar Tagihan ATB Kini Bisa Lewat Bank Riau Kepri

Penggiliran Suplai Air Berlanjut, ATB Imbau Warga Hemat Memakai Air

Selama penggiliran, pelanggan dihimbau untuk berhemat dan bertoleransi menggunakan air, agar pelanggan lain juga dapat menikmati suplai air.

Kondisi ini perlu disadari bagi semua pelanggan terutama yang tinggal di lokasi ujung pipa dan berada di elevasi tinggi. Pelanggan di hilir (ujung pipa) akan bisa menikmati suplai air saat pelanggan di hulu bisa bertoleransi dan berhemat menggunakan air.

Suplai air tidak mengalir merata dalam waktu bersamaan, pemulihan air akan butuh waktu. Hal ini menyebabkan suplai air terkadang tidak sesuai jadwal ke pelanggan. Pelanggan yang jauh dan berada di daerah ujung pipa tentunya akan membutuhkan waktu

"Pelanggan di lokasi tinggi dan jauh dari Instalasi akan membutuhkan waktu usai IPA berproduksi kembali. Untuk itu, toleransi dan berhemat menggunakan air khususnya pelanggan terdekat dari IPA juga diperlukan, agar pelanggan ujung bisa mendapatkan air," jelas Maria. (*)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved