Masuk Daftar Hitam AS, Bagaimana Nasib Smartphone Huawei jika Google Tarik Lisensi Android?

Google dikabarkan akan menangguhkan bisnis dan kerja samanya dengan Huawei

Masuk Daftar Hitam AS, Bagaimana Nasib Smartphone Huawei jika Google Tarik Lisensi Android?
(Kompas.com/Wahyunanda Kusuma Pertiwi)
Bagian punggung P30 Pro varian Pearl White 

TRIBUNBATAM.id - Google dikabarkan akan menangguhkan bisnis dan kerja samanya dengan Huawei. Langkah ini ditempuh setelah pemerintahan Donald Trump melarang Huawei membeli segala komponen dalam bentuk apapun dari perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah setempat.

Salah satu dampaknya, Huawei berpotensi kehilangan lisensi sistem operasi Android yang menjalankan lini ponselnya. Ini bisa jadi kerugian besar bagi ponsel Huawei yang masih menggantungkan Android sebagai sistem operasi utama, bersanding dengan antarmuka EMUI besutannya.

Namun bukan berarti ponsel Huawei tidak bisa digunakan. Smartphone Huawei masih bisa menggunakan Android melalui lisensi open-source AOSP (Android Open Source Project) yang memang terbuka bagi siapapun.

Akan tetapi, Huawei akan kehilangan dukungan teknis, seperti pembaruan Android versi terbaru dan hak penggunaan layanan populer Google, seperti Play Store, Google Maps, Gmail, YouTube, dan sebagainya.

HAPE BARU 2019 - Realme 3 Pro Vs Samsung A50, Segini Harga dan Cek Spesifikasi Lengkapnya

HAPE TERBARU 2019, Infinix Hot 7 Pro dan Infinix Smart 3, Segini Harga dan Spesifikasi Lengkap

Tablet 2019, Perbandingan Antara Galaxy S5e dan Ipad Air 3, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Bocoran Huawei P20 Lite yang punya Pakai 4 Kamera Belakang, Begini Spesifikasi dan Harganya

 

Penggunaan layanan-layanan tersebut memang membutuhkan perjanjian komersil antara Huawei dengan Google. "Huawei hanya akan dapat menggunakan sistem operasi Android versi publik, dan tidak akan mendapatkan akses ke aplikasi dan layanan eksklusif dari Google," jelas perwakilan Google, seperti dirangkum KompasTekno dari The Guardian, Senin (20/5/2019).

Menurut Reuters, ketentuan ini mulai diberlakukan pada smartphone Android Huawei berikutnya. Ponsel-ponsel Huawei yang sudah beredar saat ini, seperti Mate 20, P30, dan lainnya, masih tetap bisa menggunakan Play Store, Gmail, YouTube, dan layanan Google lainnya. Google pun sudah memastikan ponsel Huawei yang sudah beredar saat ini tetap bisa digunakan dengan Android versi penuh dari Google beserta layanannya.

"Terkait pertanyaan pengguna Huawei terhadap langkah kami untuk mematuhi ketentuan pemerintah AS baru-baru ini: Kami memastikan kepada Anda, saat kami mematuhi semua persyaratan pemerintah AS, layanan-layanan seperti Google Play dan fitur keamanan Google Play Protect akan tetap bisa berfungsi pada perangkat Huawei sudah beredar saat ini ," tulis Google dalam akun Twitter @Android, Senin (20/5/2019).

Namun, beberapa perangkat yang sebelumnya masuk dalam daftar ponsel pertama program Android Q, kemungkinan tidak akan mendapatkan pembaruan teranyar itu ke depannya. Sebelumnya, Huawei mengumumkan delapan perangkat yang bakal kebagian Android Q lebih dulu.

Perangkat tersebut adalah Honor View 20, Honor Magic , Mate 20, Mate 20 Pro, Mate 20X, Mate 20 RS Porsche Design, P30 dan P30 Pro. Huawei juga kemungkinan batal memproduksi smartwatch besutannya yang dijalankan dengan sistem operasi Wear OS milik Google. Jika pun berlanjut, mungkin Huawei akan menggunakan sistem operasi lain untuk arloji pintarnya.

"Plan B"

Huawei sejatinya telah mengantisipasi hal ini. Beberapa waktu lalu, CEO Huawei, Richard Yu Chengdong mengatakan bahwa perusahaannya sedang menyiapkan sistem operasi bikinan sendiri untuk ponsel dan komputernya.

Kabarnya, OS besutan Huawei sudah dikembangkan sejak tahun 2012. Sebelum rencana Google ini terkuak, Huawei lebih dulu masuk daftar hitam bernama "entity list" karena dianggap sebagai ancaman ekonomi nasional AS.

Keputusan ini membuat Huawei dilarang membeli komponen dalam bentuk apapun dari perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah setempat. Ini merupakan dampak dari perang dagang antara China dan AS yang masih memanas hingga saat ini.

Terakhir, Trump mengatakan bahwa kebijakannya mengenakan tarif untuk barang-barang China sudah membuahkan hasil. Trump sesumbar, kebijakannya ini membuat perusahaan AS mengalihkan produksinya dari China ke Vietnam dan beberapa negara Asia lainnya.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved