Karimun Terkini

Kulit Kayu yang Tumbuh di Kawasan Pesisir Ini Diekspor Dalam Skala Besar. Ini Dua Negara Importir

Siapa sangka kulit kayu yang tumbuh di kawasan pesisir itu dapat menghasilkan tanin untuk dimanfaatkan sebagai bahan penyamak

Kulit Kayu yang Tumbuh di Kawasan Pesisir Ini Diekspor Dalam Skala Besar. Ini Dua Negara Importir
TRIBUNBATAM.id/ELHADIF PUTRA
Bupati Karimun, Aunur Rafiq lepasan ekspor produk pertanian Kabupaten Karimun di Pulau Kundur, Selasa (21/5). 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Produk pertanian di Karimun kembali diekspor dalam skala yang cukup besar. Bahkan ada satu komoditi baru yang dapat menjanjikan pemasukan negara dan masyarakat melalui ekspor, yaitu kulit pohon bakau.

Siapa sangka kulit kayu yang tumbuh di kawasan pesisir itu dapat menghasilkan tanin untuk dimanfaatkan sebagai bahan penyamak. Selain kulit kayu pohon tembakau dapat dijadikan bahan pembuat kertas berkualitas tinggi. Bahkan beberapa sumber menyebutkan bahwa kulit kayu bakau juga bermanfaat bagi kesehatan.

Hal ini diketahui pada kegiatan pelepasan ekspor produk pertanian Kabupaten Karimun dalam program Agro gemilang (Ayo Galakan Ekpsor, Generasi Milenial Bangsa) Kementerian Pertanian di PT Sarico Tama, Pulau Kundur, Selasa (21/4/2019) sore.

"Ini komoditas baru yang mungkin belum ada di daerah lain. Kami baru dengar di sini. Dan, ini perdana ekspor kulit bakau. Ini berpotensi, kalau bisa malah diolah dulu," ungkap Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) dalam sambutannya.

Jumlah kulit kayu bakau yang diekspor pada kegiatan ini sebanyak 20 ton ke Negara Philipina setara Rp 140 juta. Selain itu komoditi ekspor yang dilepas adalah 45 ton daging kelapa setara Rp 360 juta dan 15 ton air kelapa setara Rp 25,5 juta tujuan Malaysia.

Jhon Heri Jabat Wakapolres Karimun Gantikan Agung Gima Sunarya. Ini Pesan Kapolres ke Wakilnya

KABAR GEMBIRA! Wings Air Buka Rute Batam-Karimun, Terbang Perdana, Kamis (23/5), Cek Harga Tiketnya!

Bermula dari Mobil Putar Arah, 5 Terduga Teroris Ditangkap di Malangbong, Ini Kronlogis Penangkapan

Bupati Karimun, Aunur Rafiq yang ikut dalam pelepasan menyampaikan masyarakat dan eksportir harus dapat peluang-peluang yang ada. Ia menyebutkan hasil pertanian seperti nanas, pisang, rumput laut dan komoditi lainnya dapat ditingkatkan secara bertahap.

"Hendaknya terbuka cakrawala kita untuk komoditi-komiditi lain yang dapat diekspor.
Di daerah kita juga ada sagu, gambir dan pinang," tambahnya.

Sementara Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun, drh Priyadi memaparkan, berdasarkan data IQFAST di wilayah kerjanya pada tahun 2018 jumlah ekspor daging kelapa tercatat sebanyak 4.975 ton (Rp 39.3 M), sedangkan air kelapa sebanyak 940 ton (Rp. 1.3 M).

Jumlah ekspor daging kelapa dari Tanjung Balai Karimun pada hingga Mei tahun ini meningkat 23.91% yaitu sebanyak 1.767 ton, sedangkan air kelapa mencapai 400,35 ton.

"Selain itu terdapat juga ekspor alpukat ke Malaysia yang mengalami peningkatan sebesar 14.32% atau sebanyak 4,6 ton dibandingkan tahun lalu dengan jumlah total sebanyak 7,8 ton," tambahnya. (ayf)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved