Sebelum Dibunuh Calon Pendeta Cantik Ini Sempat Berbisik Lirih Pada Pelaku 'Jangan Bunuh Aku'

Sebelum tewas dibunuh oleh dia pelaku, calon pendeta cantik Melinda Zidemi asal Nias ini sempat berbisik lirih kepada Korban. Ia meminta untuk janga

Sebelum Dibunuh Calon Pendeta Cantik Ini Sempat Berbisik Lirih Pada Pelaku 'Jangan Bunuh Aku'
Facebook Melinda Zidemi
Diperkosa Lantas Dicekik Sampai Mati, Begini Kronologi Pembunuhan Pendeta Melindawati Zidemi Fakta pembunuhan pendeta Melinda Zidemi di Ogan Komering Ilir (OKI), dugaan pemerkosaan hingga ciri-ciri pelaku. 

Kedua kaki dan tangan terikat, celana dalam sudah terlepas di samping korban dan ditutupi dengan kain serta jaket.

"Korban sudah 1,5 tahun mengabdi menjadi pendeta di desa tersebut, dia dikenal baik dan ramah oleh tetangga sekitar. Hanya saja ia tidak begitu mengenal korban karena selama ini tidak pernah melaporkan diri," tegas Asmadi.

Masih kata Asmadi, setelah jasad ditemukan ia langsung melapor ke Polsek Air Sugihan pukul 07.00 anggota datang ke lokasi dan membawa jasad korban ke Klinik OKI Pupl and Paper Mills.

Ikut Mencari Korban

Sebelum ditangkap, ternyata Nang dan Hendri sempat ikut mencari korban Melinda Zidemi ketika warga yang tinggal di Desa Sungai Baung Air Sugihan OKI, Sumsel heboh sang calon pendeta tidak pulang ke messnya hingga malam hari.

"Jadi kami setelah melakukan pembunuhan, langsung balik ke mess. Malamnya kami dengar kalau ada yang hilang," ujar pelaku Nang, Jumat (29/3/2019).

Pada malam kejadian, Senin (25/3) saat warga heboh mencari korban, kedua pelaku ikut bergabung dengan warga Divisi 4 guna mencari keberadaan sang vikaris.

"Malam itu waktu dikabarkan ada warga yang hilang, kami ikut berkumpul. Kami berjalan ke kebon bersama warga," jelasnya.

Sepulang mencari, kedua tersangka sedikit bernafas lega dan kembali ke mess karyawan untuk tidur.

Baru pagi keesokan harinya, mereka mendengar jika korban sudah ditemukan tidak bernyawa.

"Paginya kami baru mendapat kabar kalau korban sudah ditemukan. Hari ditemukan kami tidak bekerja karena warga sedang berduka. Besoknya kami baru bekerja lagi sebelum ditangkap," ujarnya.

"Tentunya saya atas nama pimpinan pusat gereja Kristen saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Kapolda dan Polri serta jajarannya dengan secepatnya mengungkap kasus pembunuhan ini. Secara manusiawi kami marah dengan perbuatan yang sangat biadab. Tapi kami belajar memaafkan, tapi hukum tetap ditegakkan. Dituntut semaksimal mungkin saja sesuai hukum," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Rekonstruksi Pembunuhan Calon Pendeta Melindawati Zidomi, Korban Berbisik 'Jangan Bunuh Aku', http://sumsel.tribunnews.com/2019/05/21/rekonstruksi-pembunuhan-calon-pendetamelindawati-zidomi-korban-berbisik-jangan-bunuh-aku?page=all.

Editor: Eko Setiawan
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved