Umumkan Hasil Pemilu Tengah Malam, KPU Bantah Anggapan Penetapan Pemenang Pemilu 2019 Mendadak

"Kalau tertutup atau senyap itu tidak boleh, jadi mekanisme dalam hitung manual dan berjenjang itu harus rapat pleno terbuka dan yang KPU RI lakukan,

Umumkan Hasil Pemilu Tengah Malam, KPU Bantah Anggapan Penetapan Pemenang Pemilu 2019 Mendadak
TRIBUNNEWS
Hasil Pilpres 2019 - KPU Tetapkan Jokowi-Ma'ruf Pemenang Pilpres 2019, Peroleh Suara 55,50% 

TRIBUNBATAM.id - Komisioner KPU RI, Viryan Azis menjelaskan soal teknis penetapan pemenang Pemilu 2019 yang disebut masyarakat dilakukan secara mendadak dan terkesan ditutup-tutupi lantaran diumumkan, Senin (20/5/2019) malam hingga Selasa (21/5/2019) dinihari. 

"Tidak, tidak diam-diam, kan teman-teman (awak media) hadir semua di sini."

"Kalau tertutup atau senyap itu tidak boleh, jadi mekanisme dalam hitung manual dan berjenjang itu harus rapat pleno terbuka dan yang KPU RI lakukan, tadi malam, adalah rapat pleno terbuka."

"Dokumen dan foto-fotonya ada, berjabat tangan, itu maknanya dilakukan tidak dengan senyap."

"Dilakukan dalam satu mekanisme yang terbuka dan transparan," jelas Viryan di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019).

Secara teknis, rapat pleno nasional dilakukan sama seperti pada jenjang tingkatan terbawah, seperti di TPS, kelurahan, kecamatan, kota, kabupaten, maupun provinsi. Tak ada ketetapan waktu penghitungan lantaran dilakukan secara fleksibel.

"Contoh, kita mau teknis dari TPS, kegiatan di TPS tidak berhenti ketika pukul 24.00, kegiatan terus berlanjut sampai pagi, sampai dini hari, teman-teman terus menyelesaikan."

"Dengan demikian, sebenarnya ini sudah clear bahwa mekanisme penghitungan dan rekapitulasi itu tidak ada jeda waktu istirahat yang standar," ungkapnya.

Merujuk pada penyelenggaraan Pemilu 2014, bahkan pengumuman kala itu juga dilakukan tengah malam.

Ia pun menyatakan, hal itu lazim terjadi dalam penyelenggaraan pemilu.

Ia pun menegaskan bahwa KPU dalam hal ini sama sekali tak melanggar undang-undang apabila telah menyelesaikan penghitungan sebelum batas waktu maksimal, yakni selama 35 hari usai proses pemilihan.

"35 hari itu paling lambat. Kalau paling lambat tanggal 22 Mei. Karena Provinsi Papua sudah selesai dan tidak ada lagi daerah yang ditunggu, tentunya kalau sudah selesai, ya sudah dirampungkan. Jadi ini mengalir saja, ini biasa kita lakukan," kata Viryan.

Sebelumnya, Pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf unggul dari pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga dalam rekapitulasi suara nasional Pilpres 2019.

KPU menyatakan, Jokowi-Ma'ruf telah memperoleh 85.036.828 suara sah. Jumlah tersebut setara dengan persen dari total 55,41 persen suara sah.

Sementara, Paslon 02 Prabowo-Sandi mendapatkan 68.442.493 suara. Jumlah itu setara dengan 44,59 persen dari total 153.479.321 suara sah.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul KPU Bantah Anggapan Penetapan Pemenang Pemilu 2019 Dilakukan Secara Mendadak

Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved