Sebar Pesan Teror Bom pada Aksi 22 Mei, Guru PNS Ini Diperiksa Polisi

AS (54), guru SMA di Kabupaten Garut harus berurusan dengan pihak kepolisian, Rabu (22/5/2019) karena menyebarkan pesan teror.

Sebar Pesan Teror Bom pada Aksi 22 Mei, Guru PNS Ini Diperiksa Polisi
Tribunjabar/Firman Wijaksana
AS, pelaku penyebar hoaks memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolres Garut, Selasa (21/5/2019). 

TRIBUNBATAM.id - AS (54), guru SMA di Kabupaten Garut ini harus berurusan dengan pihak kepolisian, Rabu (22/5/2019) karena menyebarkan pesan teror.

Guru pegawai negeri sipil tersebut masih terus menjalani pemeriksaan selama 7 x 24 jam mendatang.

Sementara, polisi juga sedang memburu pembuat pesan hoaks yang disebarkan guru tersebut.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki pembuat pesan teror bom pada aksi 22 Mei. 

"Kami punya waktu satu pekan untuk periksa pelaku ini. Soalnya pelaku dijerat pasal terorisme, jadi ada waktu sepekan untuk periksa," ucap Budi di Bakorwil, Jalan Ahmad Yani, Rabu (22/5/2019). 

Berhadapan Dengan Marinir, Massa Perusuh Mundur dari Slipi

Kerusuhan di Depan Kantor Bawaslu RI, Ketua MUI Batam Ajak Mayarakat Jaga Situasi Kondusif

Provokator Aksi Sudah Rencanakan Kerusuhan 22 Mei di Jakarta, Sasaran Utama Presiden Jokowi

Daerah Mana Saja Pembatasan Facebook, Instagram dan WhatsApp? Ini Peta Lokasinya

Menurut Budi, pesan yang disampaikan AS sudah mengancam keamanan. Pihaknya masih mendalami motif AS menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya itu.

"Makanya dijerat pasal terorisme karena isi pesannya sudah mengancam. Tujuannya juga terus kami gali," ujar Budi.

Dia menambahkan, pembuat awal pesan teror itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun polisi butuh proses untuk mencari jejak digital si pembuat pesan.

"Mohon waktu, masih kami telusuri (pembuat pesan). Harus dicari motifnya apa sampai membuat pesan itu," ucap Budi.

AS diancam UU terorisme dan UU ITE setelah menyebarkan pesan teror bom ke beberapa grup Whatsapp dan kontak pribadi.

Guru PNS itu terancam hukuman 20 tahun penjara.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Polisi Memburu Pembuat Pesan Teror Bom yang Disebar oleh Guru SMA Digarut.

Editor: Thom Limahekin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved