BATAM TERKINI

Dampak Dinonaktifkan Sementara Facebook dan WhatsApp, Pelaku Usaha Online di Batam Lumpuh

"Karena saya pasarkan melalui Facebook. Dan biasanya, kedatangan barang dikonfirmasi manual via foto di WhatsApp atau Facebook. Nah sementara dua meds

Dampak Dinonaktifkan Sementara Facebook dan WhatsApp, Pelaku Usaha Online di Batam Lumpuh
Istimewa
Ilustrasi jualan Online 

TRIBUN BATAM. id, BATAM - Sejumlah pelaku usaha online di Batam mengaku rugi. Itu setelah pemerintah menonaktifkan sementara media sosial alias medsos. Khususnya Facebook dan pengiriman media video dan foto di WhatsApp.

Jenny seorang pelaku usaha online di Batam mengatakan, paska dinonaktifkan medsos itu pada Rabu (22/5) siang, omset turun drastis. Tidak hanya turun, pemesanan juga sangat sangat terganggu.

"Karena saya pasarkan melalui Facebook. Dan biasanya, kedatangan barang dikonfirmasi manual via foto di WhatsApp atau Facebook. Nah sementara dua medsos andalan ini ditutup sementara. Kami sangat rugi atas dampak ini," kata Jenny Kamis (23/5/2019).

Jenny menjelaskan, satu hari dia bisa menjual 5-8 potong pakaian dewasa, 3-6 potong pakaian anak-anak, asesoris lain dan berbagai macam merek pakaian sehari-hari. Bila ditetapkan semua, penjualannya bisa mencapai Rp4-7 juta per harinya.

Jackie Chan dan Arnold Schwarzenegger Muncul di Demo 22 Mei, Picu Beragam Tanggapan dari Netizen

Videonya Tersebar, Wanita Ini Mengadu ke Polisi. Sejak Januari Tak Kunjung Diproses. Alasan Pemilu

Gerindra Bilang Mobil Ambulans untuk Bantu Korban Aksi 22 Mei, Polisi: Tak Ada Kotak P3K

Nunggu Penumpang Sambil Bercanda, Tukang Becak Ini Malah Dibacok Teman Sendiri 

"Media untuk memperkenalkan produk ini adalah Facebook dan share foto via WhatsApp. Sementara kedua duanya tak bisa diakses. Di WhatsApp hanya bisa chatting. Foto tak bisa. Sangat-sangat mengganggu usaha kami, " tambah Jenny.

Nasib yang sama dialami Erwin. Erwin yang memiliki bisnis penjualan alat asesoris semua jenis motor roda dua, selama ini mengandalkan Facebook dan WhatsApp. Sehari paska dinonaktifkan pemerintah kedua medsos ini, usahanya lumpuh.

"Kemaren ada yang mesan sarung tangan tangan motor roda dua. Kami bercakap via messenger Facebook. Nah sementara messenger ini tak bisa buka. Saya tak tahu sampai dimana pesanan itu. Amat pusing lah bang, " kata Erwin.

Dari usaha ini, perputaran duitnya bisa mencapai Rp12-15 juta. Sudah termasuk modal dan untung. Dengan kondisi ini, perputaran duit sulit dilakukan. Bahkan ia nyatakan lumpuh sama sekali.

"Gak bisa ngapa-ngapain bang. Coba kirim sama saya pesan media di WhatsApp. Pasti gak bisa. Makanya pusing juga ini," katanya.

Satu Bulan Paket Kiriman Tak Diambil dari JNE, Ternyata Isinya Narkoba Pakai Alamat Fiktif

Insentif di KEK Bakal Diperluas ke Non-Fiskal: Keimigrasian, Kepabeanan Hingga Tenaga Kerja Asing

Kasus Dokter Suntik Bidan, Jaksa Tuntut Yusrizal 5 Bulan Penjara. Ini Alasan Tuntutan Mengapa Ringan

Turis di Bintan Bebas Cacar Monyet, Dinas Kesehatan dan KKP Pasang Alat Deteksi di Pelabuhan

Bergeser ke pekerja. Anwar Solihin Siregar leader marketing di salah satu perusahaan showroom motor di Batam, merasakan dampak yang sama. Ia berkata, selama ini ia mengandalkan medsos WhatsApp mengkoordinir anggota nya. Terutama follow up foto jenis dan tipe motor.

"Sampai saat ini berkirim foto tak bisa. Jadi sekarang tak bisa ngapa-ngapain juga. Dengan penutupan sementara medsos oleh pemerintah, sangat berdampak pada kegiatan aktivitas pekerja. Juga bisnis online lai, " katanya.

Kendati, para pelaku usaha dan pekerja yang mengandalkan medsos sebagai salah satu sarana berkomunikasi, meminta pemerintah RI segera mencari solusi. "Kita minta segera diselesaikan persoalan ini. Jangan gara-gara ini semua, dampam negatif sangat luas," pinta pelaku usaha dan pekerja tersebut.(tribunbatam.id/leo halawa)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved