Benarkah Instagram, Facebook dan WhatsApp Akan Dibatasi Selama 10 Hari? Ini Jawaban Pemerintah
Para pengguna media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp terus bertanya sampai kapan media sosial akan dibatasi penggunaannya?
TRIBUNBATAM.id - Para pengguna media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp terus bertanya sampai kapan media sosial akan dibatasi penggunaannya?
Hingga kini beredar kabar jika media sosial itu akan akan ditutup atau dibatasi selama 10 hari.
Lantas, apa kata pemerintah?
Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Sri Yunanto buka suara dan memberikan jawaban terkait isu tersebut.
Diwartakan sebelumnya Menko Polhukam Wiranto mengatakan layanan media sosial (medsos) akan dinonaktifkan untuk sementara.
Tindakan itu diambil pemerintah untuk menghindari penyebaran berita bohong atau hoax saat aksi massa penolakan hasil Pemilu 2019 pada 21-22 Mei 2019.
"Untuk sementara, untuk menghindari berita bohong kepada masyarakat luas, akan kita.... Akses di media sosial tidak diaktifkan untuk mencegah itu tadi, hal negatif yang bisa berdampak ke masyarakat," kata Wiranto dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).
Mulanya Sri Yunanto menjelaskan pemerintah mengizinkan komunikasi yang dilakukan masyarakat.
• FAKTA Sosok Wanita Misterius saat Aksi 22 Mei, Suka Teriak saat Malam & Keluar Masuk RS Jiwa
• CATAT! Ini 5 Bahaya Gunakan Aplikasi VPN yang Lagi Heboh di Media Sosial
• VIRAL Ajakan Pakai VPN Saat WhatsApp dan Instagram Down, Pahami Dulu 5 Bahaya Pakai VPN
• Pengguna Online Shop Mengeluh Kesulitan Pasarkan Dagangan Setelah Pengiriman Foto Lewat Medsos Lelet
Ia menegaskan pemerintah hanya membatasi masyarakat dalam mengunggah dan mengunduh gambar atau video di media sosial.
"Sebenarnya komunikasinya boleh, kan yang dibatasi gambar sama videonya, tapi kalau redaksi masih bebas tidak terbatasi," ucap Sri Yunanto dikutip TribunJakarta.com dari tayangan langsung Kompas TV.
Langkah kontroversial pemerintah itu diambil menurut Sri Yunanto demi menghindari unggahan yang memancing provokasi.
"Nah justru itu ujaran kebencian diprovokasi melalui media sosial," kata Sri Yunanto.
Pembawa acara itu kemudian bertanya soal isu pembatasan atau penutupan media sosial selama 10 hari.
"Tapi apakah ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk membatasi dengan sampai 10 hari, ini panjang loh pak?" tanya pembawa acara itu.
Sri Yunanto menjelaskan pihaknya tak pernah menyebut akan membatasi media sosial selama 10 hari.
Menurutnya pembatasan ini tergantung dengan situasi yang ada.
Namun Sri Yunanto tak menjelaskan situasi yang dimaksud seperti apa.
"Oh enggak, enggak saya enggak bilang 10 hari, belum diputuskan tergantung situasi," jelas Sri Yunanto.
"Tergantung situasi, karena pada dasarnya memberikan kebebasan juga kr media cetak, kalau kontrol media cetak di dewan pers, kalau media sosial di pemerintah," tambahnya.
Sejumlah media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan Whatsapp ditutup sementara.
Hal tersebut disampaikan Menteri Kominfo, Rudiantara saat melakukan konfrensi pers, pada Rabu (22/5/2019).
Rudiantara kemudian memberikan penjelasan terkait penutupan sejumlah media sosial tersebut.
Awalnya Rudiantara mengatakan saat ini sejumlah video dan foto yang bersifat provoaktif terkait peristiwa aksi massa tersebar di media sosial.
Foto dan video tersebut menurut Rudiantara banyak yang di-capture dan kembali disebarkan di aplikasi WhatsApp.
"Kemudian capture viralnya bukan di media sosial tapi di WA," dikutip TribunJakarta.com, dari tayangan langsung TV One.
Ia menjelaskan pengguna media sosial akan mengalami pelambatan saat mengunggah atau mengunduh video dan foto.
"Teman-teman akan mengalami pelambatan kalau kita upload atau download video," jelas Rudiantara.
Ia lantas menjelaskan penutupuan media sosial tersebut hanya terjadi sementara.
Tak cuma itu Rudiantara mengatakan penutupan media sosial berlangsung secara bertahap.
Pasalnya menurut Rudiantara video atau foto negatif yang viral banyak mengandung mudarat atau bersifat merugikan.
"Karena viralnya yang negatif besarnya mudaratnya ada disana," ucap Rudiantara.
"Ini sementara secara bertahap," tambahnya.
Rudiantara kemudian mengapresiasi media mainstream sebagai sarana penyebar informasi saat ini.
"Kita sangat mengapresiasi media mainstream," ucap Rudiantara.
Rudiantara mengatakan penutupan WhatsApp tergantung dengan provider yang digunakan oleh seseorang.
"Tergantung providernya," kata Rudiantara. (tribunjakarta)
*Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Instagram, Facebook, WhatsApp Diisukan Ditutup Selama 10 Hari, Staf Ahli Menko Polhukam Buka Suara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/vpn.jpg)