BATAM TERKINI

Benny Targetkan Sebelum Lebaran, Rationing Air di Wilayah Sekupang Berakhir

"Kapasitas air yang kita olah perbulan lalu 3.300 liter per detik. Kapasitas air baku yang tersedia, mampu bertahan maksimum 3 tahun," ujarnya.

Benny Targetkan Sebelum Lebaran, Rationing Air di Wilayah Sekupang Berakhir
ISTIMEWA
Direktur PT ATB, Benny Andrianto saat kegiatan buka puasa bersama media, Jumat (24/5) di Aston Hotel Batam. 
TRIBUNBATAM.id, BATAM - PT Adhya Tirta Batam (ATB) berharap penggiliran (rationing) air yang dilakukan di wilayah Sekupang, bisa berakhir sebelum Lebaran Idulfitri.
Hal ini disampaikan President Direktur PT ATB, Benny Andrianto saat kegiatan buka puasa bersama media, Jumat (24/5/2019) di Aston Hotel Batam.
ATB sudah menerapkan program rationing ke sekitar 18 ribu sambungan air di wilayah Sekupang, sejak 20 April lalu.
Lantaran kekeringan yang terjadi di Dam Sei Harapan. Kondisi ini diperparah lagi dengan sedimentasi yang mencapai 1 juta kubik di Dam Sei Harapan.
"Sebelum rationing, elevasi air di Dam Sei Harapan mencapai minus 2,5 meter dari spillway," kata Benny.
Kemudian selama program rationing berjalan, ditambah curah hujan yang turun, memberi dampak positif bagi kelangsungan Dam Sei Harapan. Ketinggian air di dam naik 1,2 meter. Saat ini elevasi air berada di angka minus 1,3 meter.
"Kita berharap sebelum Lebaran bisa mengakhiri penggiliran. Kalau mau cepat lagi, doakan setiap hari hujan," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Benny juga mengingatkan warga Batam agar berhemat air. Dengan pertumbuhan penduduk Batam saat ini sebanyak 1,2 juta hingga 1,4 juta jiwa, ketersediaan air baku yang ada, ditaksir hanya cukup untuk 3 tahun ke depan. Dengan catatan, curah hujan di Batam normal.
"Kapasitas air yang kita olah perbulan lalu 3.300 liter per detik. Kapasitas air baku yang tersedia, mampu bertahan maksimum 3 tahun," ujarnya.
Batam, lanjut Benny, perlu tambahan cadangan air. Selama ini Batam sangat tergantung dengan air hujan, kemudian disimpan di dam-dam yang ada.
"Kalau berharap dengan Dam Tembesi kapasitasnya 600 liter per detik. Hanya mampu bertahan sekitar 3 tahun. Kita perlu kepastian hidup di Batam hingga 50 tahun ke depan," kata Benny.
Karena itu, ia mengajak masyarakat Batam bersama-sama menjaga lingkunga hidup, menjaga dam yang ada saat ini dan daerah tangkapan air. Tak kalah penting, Benny mengajak masyarakat hemat konsumsi air.(wie)
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved