Saat lebaran Sering Ditanya Kapan Nikah? Jangan Panik, Ikuti Cara Ini

Salah satu momok terbesar yang membuat banyak orang malas pulang kampung saat lebaran adalah pertanyaan “Kapan nikah?”.

Saat lebaran Sering Ditanya Kapan Nikah? Jangan Panik, Ikuti Cara Ini
Ilustrasi Kompas.com
Ilustrasi Kapan Nikah? 

TRIBUNBATAM.id - Salah satu momok terbesar yang membuat banyak orang malas pulang kampung saat lebaran adalah pertanyaan “Kapan nikah?”.

Pertanyaan ini memang sangat umum ditanyakan ketika mudik lebaran dan kondangan, dan sering membuat para muda-mudi Indonesia merasa serba salah bahkan dongkol.

Kompas.com pernah membahas mengenai fenomena “Kapan nikah?” ini dengan dua orang psikolog.

“Jadi, semua orang ikut ngurusin saat ada satu orang belum menikah di usia yang cocok untuk menikah,” ujarnya.

Sengkuni Dituding Jadi Dalang Kerusuhan 22 Mei di Jakarta, Siapa Dia?

HP SMARTPHONE BARU 2019 - Samsung Galaxy A2 Core yang Dibandrol Murah, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Jawab Warganet, Kaesang Pangarep: Bapak Saya sudah Saya Suruh Mundur, Kalau Nanam Padi

Download MP3 Lagu Alan Walker, Lily, On My Way, Darkside di Android dan iPhone

 

Namun, Astrid juga mengakui bahwa pertanyaan ini juga sering dilontarkan hanya untuk basa-basi saja.

Sementara itu, Rizqy Amelia Zein, asisten dosen Social and Personality Psychology dari Universitas Airlangga, berpendapat bahwa pertanyaan ini bisa dijelaskan dengan social comparison theory.

Untuk diketahui, social comparison theory menyebutkan bahwa harga diri (self-esteem) seseorang terbentuk ketika membandingkan diri dengan orang lain ini.

Harga diri rendah terbentuk ketika orang yang dibandingkan kondisinya lebih baik (upward comparison), sedangkan harga diri tinggi terbentuk orang yang dibandingkan dianggap lebih malang (downward comparison).

“Orang-orang yang suka menjelekkan orang lain dengan nanya rese atau kepo, sebenarnya melakukannya agar merasa nasib mereka lebih baik (sehingga harga diri mereka meningkat),” ujar Amel.

Lantas, bagaimanakah cara terbaik untuk menanggapi pertanyaan ini? Nasihat pertama dari Astrid adalah untuk santai saja menanggapinya.

Halaman
12
Editor: Rio Batubara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved