BATAM TERKINI

Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Hidup, Benny Tak Ingin Kisah Dam Baloi Terulang

Itu yang bisa kita lakukan untuk menjaga lingkungan. Kalau dibilang kegiatannya tak langsung memberikan nilai tambah, setidaknya memberikan contoh

Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Hidup, Benny Tak Ingin Kisah Dam Baloi Terulang
ISTIMEWA
Direktur PT ATB, Benny Andrianto saat kegiatan buka puasa bersama media, Jumat (24/5) di Aston Hotel Batam. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Presiden Direktur PT Adhya Tirta Batam (ATB), Benny Andrianto mengajak masyarakat Batam ikut menjaga dam-dam yang ada di Batam.

Mengingat saat ini banyak dam yang daerah tangkapan airnya sudah rusak.

Rencananya pada Juni atau Juli mendatang, ATB akan melakukan program rutinnya-penanaman pohon.

"Itu yang bisa kita lakukan untuk menjaga lingkungan. Kalau dibilang kegiatannya tak langsung memberikan nilai tambah, setidaknya memberikan contoh agar ikut konsen dengan ketersediaan air," kata Benny, Jumat (24/5/2019) malam, di sela-sela kegiatan buka puasa bersama media di Hotel Aston Batam.

Jokowi Ingin Bertemu dengan Prabowo, Sandiaga Usulkan Hal Ini

Menteri ATR/BPN Ikut Rapat Ex-Officio. Ada Perubahan Status Lahan di Batam

Begini Perbedaan Aplikasi Chat WhatsApp dan Telegram, Mulai dari Cara akses hingga Platform

Member S4 Jefri Jeje Haris Meninggal Dunia, Kenali Gejala-Pemicu Radang Otak,

Selain itu, lewat kegiatan penanaman pohon, ATB ingin memberikan kesadaran kepada masyarakat agar jangan merusak air. Jangan membuang air ke dalam dam tanpa mekanisme yang benar.

Lantaran bisa mengotori dam dan merusak lingkungan hidup. Selain itu, menimbulkan pendangkalan, dan mengurangi kualitas air.

"Jangan ada lagi cerita Dam Baloi. Sudah jadi septic tank umum. Akhirnya, tak kita operasikan," ujarnya.

"Jangan sampai terjadi lagi di Kota Batam yang sangat tergantung dengan curah hujan," sambung Benny.

Untuk diketahui, Dam Baloi memiliki kapasitas sebanyak 30 liter per detik. Keberadaan dam itu saat masih aktif, yakni melayani pelanggan ATB di kawasan Pelita, Jodoh, Nagoya dan sekitarnya.

Namun kini Dam Baloi hanya tinggal kenangan bagi masyarakat Batam. Namanya beberapa kali masih disebut. Namun pengoperasiannya, tidak lagi. Pengoperasian dam ditutup akibat kondisi air baku yang dihasilkan sudah tidak ekonomis untuk diolah menjadi air bersih.

Dam Baloi berubah menjadi septic tank massal. Kondisi dam dipenuhi enceng gondok, selain itu banyak rumah-rumah penduduk di sekitar dam. (tribunbatam.id/dewiharyati)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved