Breaking News:

DPO Kasus Human Trafficking Ditangkap Polda NTT di Batam

Pengungkapan kasus tersebut terlihat dari penangkapan Ty yang selama ini menjadi DPO Polda NTT dalam kasus Human Trafficking.

Editor: Thom Limahekin
POS-KUPQNG.COM/RYAN NONG
DPO Kasus human trafficking Ty saat tiba di Bandara El Tari Kupang, Sabtu (25/5/2019) malam. 

TRIBUNBATAM.id - Jaringan besar Human Trafficking diungkap oleh Kepolisian Daerah (Polda) NTT pada Sabtu (25/5/2019).

Pengungkapan kasus tersebut terlihat dari penangkapan Ty yang selama ini menjadi DPO Polda NTT dalam kasus Human Trafficking.

Ty tiba Kupang sekitar pukul 22.00 Wita, dikawal oleh dua anggota Unit Renakta Ditreskrimum Polda NTT yang mengenakan pakaian preman. 

Informasi yang diperoleh POS-KUPANG.COM dari sumber di Kepolisian mengatakan Ty merupakan satu DPO yang terlibat dalam jaringan besar Human Trafficking di NTT.

Ty ditangkap di Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) oleh anggota Polda NTT dalam koordinasi dengan Polda Kepri.

Saat keluar dari terminal kedatangan, Ty yang mengenakan kaus olahraga hitam kuning tidak mengucapkan satu kata pun.

Dia kemudian langsung dibawa menggunakan taksi bandara dengan nomor P27 menuju Polda NTT.

BPN Prabowo - Sandiaga Mau Prabowo Jumpa Jokowi, Tetapi Ini Tuntutan Dasar BPN

Putra Ustaz Arifin Ilham Kenang Momen Azani Jenazah Ayahnya. Ini Pengakuannya

Jokowi Ingin Bertemu dengan Prabowo, Sandiaga Usulkan Hal Ini

Usai Yusril Izha Mahendra Puji BPN, TKN Ingatkan KPU Lagi Soal Sepak Terjang Kuasa Hukum BPN Ini

 Penangkapan tersebut seakan memperpanjang mata rantai kasus Human Trafficking yang marak terjadi di NTT belakangan ini.

Sebelumnya dua orang ibu rumah tangga dibekuk aparat Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), akibat kasus Human Trafficking (perdagangan manusia). 

Kasubdit IV Renaktra Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTT, Kompol Rudy Ledo mengatakan, dua orang ibu rumah tangga yang dibekuk tersebut berinisial MP dan LO alias E.

Pelaku MP, lanjut Rudy, berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), sedangkan LO berasal dari Penfui Timur, Kabupaten Kupang.

Baca: Diduga Hendak Perkosa Ibu Muda, Kunyet Tewas Diamuk Massa

"Yang menjadi korban Human Trafficking yakni SMN, asal Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten TTS," ungkap Rudy, kepada sejumlah wartawan, di Kupang, Sabtu (1/9/2018).

Menurut Rudy, pelaku MP berperan sebagai perekrut, sedangkan LO yang bertugas memberangkatkan korban ke luar NTT, melalui Bandar Udara El Tari Kupang.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved