AKSI 2 MEI 2019

Klarifikasi Kapuspen TNI Terkait Video Hoaks Provokasi Kerusuhan 22 Mei yang Sudutkan TNI-Polri

Klarifikasi Kapuspen TNI Terkait Video Hoaks Provokasi Kerusuhan 22 Mei yang Sudutkan TNI-Polri

Klarifikasi Kapuspen TNI Terkait Video Hoaks Provokasi Kerusuhan 22 Mei yang Sudutkan TNI-Polri
Kompas.com/Kristian Erdianto
Klarifikasi Kapuspen TNI Terkait Video Hoaks Provokasi Kerusuhan 22 Mei yang Sudutkan TNI-Polri 

Klarifikasi Kapuspen TNI Terkait Video Hoaks Provokasi Kerusuhan 22 Mei yang Sudutkan TNI-Polri

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Sisriadi menegaskan bila informasi dalam video berjudul 'Terciduk! Diduga Oknum BAIS TNI Provokasi Massa di Aksi 22 Mei dan Menyudutkan POLRI' tidak benar.

Video tersebut sebelumnya diunggah lewat yotube.

Sisriadi mengatakan informasi atau tulisan yang terdapat pada video yang menyebutkan pria dalam oknum TNI adalah hoaks.

Sisriadi mengatakan berdasarkan hasil investigasi, video yang viral tersebut diambil seseorang di Masjid Al-Ishlah, Petamburan, Rabu (22/5/2019) pukul 11.45 WIB saat kerusuhan terjadi di wilayah tersebut.

“Sedangkan berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat sekitar Masjid Al-Ishlah, orang yang melakukan provokasi tersebut tidak dikenal dan bukan warga Petamburan,” kata Sisriadi dalam keterangan resmi Puspen TNI yang diterima Tribunnews.com, Jumat (24/5/2019).

Pengakuan Penyebar Hoaks Sebut Polri Libatkan Polisi China saat Aksi 22 Mei: Saya Minta Maaf

Laporkan 51 Alat Bukti, Kuasa Hukum & BPN Prabowo-Sandi Daftarkan Gugatan Sengketa Pilpres 2019 k MK

Mahkamah Konstitusi (MK) Terima 327 Gugatan Pileg 2019, Terbanyak Berasal dari 3 Daerah Ini

Ia menjelaskan orang berpakaian loreng dalam video tersebut merupakan prajurit TNI dari Yonif 315, BKO Kodam Jaya yang ditugaskan di Petamburan.

“Saat itu prajurit TNI sedang melakukan pendekatan kepada tokoh agama untuk menenangkan massa yang emosional. Secara tiba-tiba masuk seseorang ke dalam Masjid dan menyampaikan ujaran provokatif,” kata Sisriadi.

Sisriadi menegaskan bahwa informasi yang disebar bersama video tersebut hoaks.

Sedangkan data tentang Serma Aris dalam video viral tersebut adalah data palsu yang dibuat orang yang tidak tahu tentang TNI AD.

“Dapat dibuktikan bahwa penyebutan nama ditambah pangkat dan korps (Serma Inf Aris) adalah data palsu. Yang benar adalah untuk pangkat Bintara TNI AD tidak memiliki korps,” kata Sisriadi.

Soal Pembatasan Medsos, Kemungkinan Sabtu (25/5) Hari Ini Whatsapp, IG & Facebook Kembali Normal

Laporkan 51 Alat Bukti, Kuasa Hukum & BPN Prabowo-Sandi Daftarkan Gugatan Sengketa Pilpres 2019 k MK

Klasemen Liga 1 2019 - Taklukkan Tuan Rumah Barito Putera, Madura United Kokoh di Puncak Klasemen

“Kemudian disebutkan yang bersangkutan lulusan Secaba Reg AD tahun 2005, itu adalah data palsu. Yang benar adalah lulusan Secaba tahun 2005, baru akan berpangkat Serma paling cepat pada 1 April 2021. Dan juga sudah dilakukan pengecekan berdasarkan daftar nominatif personel Yonif 315, tidak ada anggota Yonif 315 bernama Serma Aris,” lanjut Sisriadi.

Atas hal tersebut, Sisriadi menyimpulkan bahwa informasi yang disebarluaskan bersama video yang diunggah dalam YouTube https://youtu.be/cOFapD_1TzE adalah hoaks.

“Berita tersebut bertujuan untuk mendiskreditkan TNI dan melemahkan soliditas TNI-Polri,” kata Sisriadi.

Diakhir penjelasannya, Kapuspen TNI menegaskan kembali bahwa TNI tetap memegang teguh jati dirinya sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Profesional dan Tentara Nasional Indonesia.

Saat Tribunnews.com mencoba membuka tautan tersebut di Youtube pada pukul Jumat (24/5/2019) 23.17 WIB, video tersebut telah dihapus dengan keterangan yang tertera di layar "Video ini telah dihapus pengguna".

(Tribunnews/Gita Irawan)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Klarifikasi Kapuspen TNI Soal Video Hoaks Terkait Kerusuhan 22 Mei yang Sudutkan TNI-Polri

Editor: Danang Setiawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved