Terus Disorot Soal Hukuman Rajam Bagi LGBT dan Zina, Sultan Kembalikan Gelar Kehormatan Oxford

Hukum syariah yang diperkenalkan sejak April ini memunculkan kecaman internasional menjatuhkan hukum rajam sampai mati bagi pelaku LGBT dan zina

Terus Disorot Soal Hukuman Rajam Bagi LGBT dan Zina, Sultan Kembalikan Gelar Kehormatan Oxford
tribunnews.com
Sultan Hasanah Bolkiah 

TRIBUNBATAM.id, BANDAR SERI BEGAWAN — Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah memutuskan untuk mengembalikan gelar kehormatan yang diterima dari Universitas Oxford.

Seperti dilansir BBC, Kamis (23/5/2019), keputusan itu dia buat sejak Brunei memperkenalkan hukuman rajam bagi pelaku LGBT yang ketahuan berhubungan seks atau berzina.

Hukum rajam ini adalah adalah hukuman cambuk sampai mati.

Hukum syariah yang diperkenalkan sejak April ini memunculkan kecaman internasional menjatuhkan hukum rajam bagi pelaku LGBT dan zina.

Setelah diperkenalkan pada 3 April, Sultan Bolkiah memutuskan untuk menangguhkan hukuman mati setelah menerima kritik hingga gelombang boikot dari komunitas internasional.

Tak terkecuali di Oxford University, muncul petisi yang ditandatangani oleh 120.000 orang meminta gelar kehormatan di bidang hukum yang dianugerahkan pada 1993 dicabut.

Universitas Aberdeen yang berlokasi di Skotlandia dilaporkan juga mempertimbangkan untuk mencabut gelar kehormatan yang diberikan kepada Sultan Hassanal Bolkiah.

Dukungan bagi petisi itu antara lain berasal dari anggota parlemen asal Oxford, Layla Moran.

Dia menulis dalam surat pencabutan gelar jelas tidak cukup.

"Saya pikir sangat baik bagi universitas untuk mulai meninjau sistem pemberian gelar kehormatan untuk memastikan skandal seperti ini tak terjadi di masa depan," kata dia.

Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved