Terus Disorot Soal Hukuman Rajam Bagi LGBT dan Zina, Sultan Kembalikan Gelar Kehormatan Oxford

Hukum syariah yang diperkenalkan sejak April ini memunculkan kecaman internasional menjatuhkan hukum rajam sampai mati bagi pelaku LGBT dan zina

Terus Disorot Soal Hukuman Rajam Bagi LGBT dan Zina, Sultan Kembalikan Gelar Kehormatan Oxford
tribunnews.com
Sultan Hasanah Bolkiah 

Aksi protes terjadi di Hotel Dorchester, salah satu hotel mewah yang dimiliki Sultan Brunei Hassanal Bolkiah pada Sabtu waktu setempat (6/4/2019).

Diwartakan Sky News, mereka mengecam penerapan hukum yang di dalamnya terdapat eksekusi rajam sampai mati bagi gay dan pelaku zina.

Kebanyakan dari peserta pengunjuk rasa membawa spanduk berisi desakan agar homofobia dihilangkan.  Ada juga yang membawa bendera pelangi.

Aktivis LGBT Peter Tatchell yang memimpin aksi demonstrasi mengatakan, dia yakin Sultan Hassanal tidak hanya melanggar penegakan hak asasi manusia.

Namun Sultan juga melanhggar janji untuk menegakkan piagam persemakmuran di mana berisi jaminan terhadap HAM, kesetaraan, dan tidak adanya diskriminasi.

"Kami sangat terkejut dengan tindakan Sultan karena dia meniru hukuman yang diterapkan oleh Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS)," keluh Tatchell.

Sementara sejumlah perusahaan mengumumkan mereka telah membatalkan kesepakatan bisnis dengan negara di kawasan Asia Tenggara tersebut.

Artis dunia seperti aktor George Clooney, legenda pop Inggris Elton John, dan pesohor Ellen DeGeneres menyerukan boikot hotel yang dipunyai Sultan Bolkiah.

Di bawah hukum yang baru, diterapkan baik kepada warga lokal maupun asing, siapapun yang kedapatan melakukan hubungan seksual antar-gay bakal dirajam atau dicambuk.

Kemudian pencuri yang tertangkap bakal menghadapi hukuman potong tangan kanan jika baru pertama kali. Kemudian kaki kirinya dipotong jika kembali mencuri.

Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved