Ongkos Kirim Logistik Ke Luar Batam Kemahalan, Batamindo Usulkan Ini ke Pemerintah

Selama ini kendala bagi pengusaha di Batam khususnya di Kawasan Batamindo masih sering mengalami kendala dalam hal ekspor impor

Ongkos Kirim Logistik Ke Luar Batam Kemahalan, Batamindo Usulkan Ini ke Pemerintah
Tribun Batam
Direktur Meneger Pengelola Kawasan Batamindo Mook Sooi 

TRIBUNBATAM.id -  Direktur Menanger pengelola Kawasan Batamindo, Mr.Mook Sooi optimis, ekonomi Batam membaik. 

Menurut Mr.Mook Sooi, usaha di Batam, untuk bidang elektronik tampaknya perlahan tumbuh.

Dukungan Pemerintah Provinsi dan Pemkot  Kota Batam sangat dibutuhkan. Dukungan paling penting kemudahan dalam proses perizinan dan keringanan biaya ekspor impor barang.

Ditangkap Polisi Gara Gara Posting Rusuh 22 Mei, Relawan BPN Mustofa Nahrawardaya Akan Lakukan Ini

Satu Anggota Komplotan Pencuri Asal Pelembang Buron, Polisi Peringatkan Warga Tanjungpinang Waspada

14 Pantun Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri yang Bisa Dikirim Lewat WhatsApp hingga IG

Diduga Coba Bunuh Diri, Go Hara Ditemukan Tak Sadar Diri di Kamarnya yang penuh dengan Asap

 

"Selama ini yang masih kendala bagi pengusaha khususnya yang berada di Kawasan Batamindo, masih sering mengalami kendala dalam hal ekspor impor barang,"kata Mook Sooi, Minggu (26/5/2019).

Bongkar muat dinilai masih mahal. Kirim kirim barang dari Batam ke luar negeri costnya tinggi. Kondisi dikeluhkan eksportir perusahaan yang ada di Kawasan Industri Batamindo.

"Malahnya ongkos kirim barang ini jadi kendala serius,"kata Mook Sooi.

Selama 2019 ini , sampai dengan bulan Mei ada empat perusahaan yang masuk dan akan melakukan produksi di kawasan Batamindo.

Di samping itu ada beberapa perusahaan yang memperluas usahanya (melakukan ekspansi)."Kita berharap pemerintah bisa memberikan kelonggaran dalam hal perizinan ekspor hasil produksi dan impor barang produksi,"kata Mook Sooi.

Mook Sooi menjelaskan pengusaha yang ada di Batam, bersaing bukan dengan kawasan yang ada di Kepri atau pulau lain di Indonesia."Perusahaan yang ada di Batam ini bersaing dengan kawasan yang ada di negara lain, seperti Miyammar, Fhilipina, Thailand dan Vietnam, jadi kalau mereka tidak bisa bersaing dengan negara lain, maka mereka akan pindah ke negara yang lebih murah biaya ekspor,impornya,"kata Mook Sooi.

(Tribunbatam.id, Ian Sitanggang)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Aminnudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved