Penyebar Hoaks Brimob China Diancam 6 Tahun Penjara, Reaksi Brimob yang Disebut Mengejutkan

SDA mengungkapkan, bukan dirinyalah yang sengaja membuat berita hoaks itu,namun, dia menyatakan ikut menyebarkan berita tersebut

Penyebar Hoaks Brimob China Diancam 6 Tahun Penjara, Reaksi Brimob yang Disebut Mengejutkan
KOMPAS.com/Devina Halim
KOMPAS.com/Devina Halim 

SDA, iniaisl pelaku penyebar hoax Brimob China mengaku khilaf saat menerima berita bohong tersebut.

SDA juga mengungkapkan, bukan dirinyalah yang sengaja membuat berita hoaks itu.

Namun, dia menyatakan ikut menyebarkan berita tersebut.

Inilah 7 Tuntutan Prabowo ke MK soal Pilpres 2019, Bila Dikabulkan Bikin Mimpi Buruk Kubu Jokowi

Pemkab Bintan Akan Pusatkan Salat Idul Fitri di Kijang Bintan

Friedrich Silaban, Anak Pendeta Miskin Perancang Masjid Istiqlal, Begini Kisahnya

 

 

"Jadi saya menerima berita tersebut itu dari seseorang, artinya itu bukan kreasi saya, tapi saya terus terang khilaf sehingga saya ikut menyebarkan berita tersebut," ungkap SDA saat dihadirkan di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019), dikutip dari Kompas.com.

 

HEBOH, Kurma Arab di Pengadilan Tanjungpinang Bisa Berbuah, Warga Ramai Ramai Cicipi

Mengenakan pakaian tahanan berwarna oranya dan menggunakan masker wajah, SDA meminta maaf kepada pihak kepolisian karena tidak bijak dalam menggunakan media sosial.

"Pada kesempatan ini, saya mohon maaf pada semua pihak terutama kepolisian bahwa ternyata saya tidak cermat dalam memanfaatkan sosial media yang ada," tutur dia.

Menurut penuturan polisi, SDA menyebarkan hoaks tentang anggota Brimob dari luar negeri ke tiga hingga empat grup aplikasi pesan instan WhatsApp.

Pada pesan tersebut, terdapat swafoto seseorang di lokasi kejadian dengan para anggota Brimob yang digunakan oleh pelaku untuk menyebarkan hoaks.

Dilansir dari Kompas.com, tersangka dijerat Pasal 45 Ayat 2 jo Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kemudian, Pasal 16 jo Pasal 4 huruf b (1) UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan Pasal 16 Ayat 1 dan Ayat 2 dan Pasal 15 Ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1996 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Hoaks Anggota Brimob dari China Bantu Amankan Aksi 22 Mei

Halaman
123
Editor: Aminnudin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved