Polisi Tangkap Mustofa Nahrawardaya Relawan IT BPN Prabowo Sandi, Kasus Cuitan 22 Mei 2019

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap relawan IT Badan Pemenangan Nasional ( BPN), Mustofa Nahrawardaya, Mimggu (26/5/2019).

Polisi Tangkap Mustofa Nahrawardaya Relawan IT BPN Prabowo Sandi, Kasus Cuitan 22 Mei 2019
Kompas.com
Mustofa Nahrawardaya 

Masih dikutip dari Kompas.com, Mostofa diperiksa Direktorat Tindak Pidana Siber Bareksrim Polri atas info hoaks seputar insiden kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610 melalui media sosial twitter.

Friedrich Silaban, Anak Pendeta Miskin Perancang Masjid Istiqlal, Kisahnya Mengharukan

Heboh Kurma Arab Bisa Berbuah, Hakim Pengadilan Tanjungpinang Cari Penanamnya

Saat diperiksam Mustofa membantah telah menyebarkan hoaks.

Menurut Mustofa kicauannya di Twitter merupakan kode untuk istri atau sopirnya guna memberitahukan bahwa pesawat Lion Air telah tiba di bandara Halim Perdana Kusuma.

“Jadi twit Lion itu biasa untuk jemput penumpang, tokoh-tokoh besar, kami kalau jemput pakai kode,” ujar Mustofa.

Kicauan tersebut banyak disangka hoaks lantaran waktunya bertepatan dengan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat.

Koordinator Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya di Gedung Bawaslu, Jakarta, Jumat (3/5/2019).
Koordinator Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya di Gedung Bawaslu, Jakarta, Jumat (3/5/2019). (KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)

“Masak saya mau kirim hoaks, pesawat landing di Halim (Bandara Halim Perdana Kusuma) kan nggak ada Lion adanya Batik, cuman saya dengan istri biasanya itu istilah Batik saya kaitkan Lion, karena itu (Batik) groupnya Lion,” jelas Mustofa.

Dalam akun media sosial twitter @AkunTofa ia menulis, "Kabar dari temen saya di Halim, Lion Air sudah mendarat di Halim Perdana Kusuma Alhamdulillah," tulis Mustofa melalui akun Twitter miliknya, sekitar pukul 09.18.

Namun, kicauan tersebut telah dihapus di timeline twitter Mustofa.

 

Meski demikian, rekam digital sudah tersebar luas dan mengundang komentar sejumlah netizen.

Mustofa mengaku langsung menghapus tweetnya menjawab agar tidak terjadi kesalahpahaman.

 Saat ditanya mengapa menyampaikan kode kode melalui Twitter, Mustofa mengaku demi alasan keamanan.

Halaman
123
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved