PILPRES 2019

Daftar Kecurangan Jokowi versi Prabowo-Sandiaga, Singgung Karni Ilyas Cuti Panjang di ILC TV One

Daftar 5 kecurangan Jokowi versi BPN Prabowo-Sandi, dan diajukan menjadi bukti gugatan sengketa Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK), termasuk men

Daftar Kecurangan Jokowi versi Prabowo-Sandiaga, Singgung Karni Ilyas Cuti Panjang di ILC TV One
tribunjateng
Karni Ilyas 

TRIBUNBATAM.id - Daftar 5 kecurangan Jokowi versi BPN Prabowo-Sandi, dan diajukan menjadi bukti gugatan sengketa Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK), termasuk menyebut Karni Ilyas.

Prabowo-Sandiaga Uno kalah dalam perolehan suara melawan Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019.

Prabowo-Sandiaga Uno merasa dicurangi dan memilih mengajukan gugatan ke MK.

Untuk membalikkan kekalahan menjadi kemenangan, Prabowo - Sandiaga menggugat hasil penghitungan KPU lewat Mahkamah Konstitusi.

 Jika bisa membuktikan kecurangan-kecurangan di hadapan Hakim Mahkamah Konstitusi, ada peluang Prabowo - Sandiaga  membalikkan kekalahan 16,9 juta suara dari pasangan Jokowi - Maruf Amin menjadi kemenangan.

Atau paling tidak ada Pemilihan Ulang seperti dalam poin permintaan Prabowo - Sandiaga ke Mahkamah Konstitusi.

Dalang Kerusuhan 22 Mei 2019 Bisa Terungkap, Adian Napitupulu Harap Polisi Berani Mengungkap

Sandiaga Uno Dikabarkan Jadi Calon Menteri Jokowi, Jabat Kepala BKPM hingga Reaksinya Sebut Prabowo

Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah resmi mendaftarkan gugatan sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ke Mahkamah Konstitusi.

Gugatan Sengketa Pilpres 2019 itu didaftarkan oleh kuasa hukum Prabowo-Sandi ke MK pada Jumat (24/5/2019) malam lalu. 

Dalam gugatan itu terdapat 51 alat bukti yang dilaporkan

Ketua Kuasa Hukum BPN, Bambang Widjojanto mengatakan akan menyusulkan bukti lain untuk melengkapi gugatan sengketa Pilpres 2019.

Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Hashim Djojohadikusumo bersama Ketua Tim Kuasa Hukum BPN Bambang Widjajanto dan Kuasa Hukum BPN Denny Indrayana saat menyerahkan berkas gugatan sengketa Pemilu 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019). Gugatan dilakukan oleh Tim BPN Prabowo Sandi ke MK karena pihaknya mengikuti koridor hukum.  Tribunnews/Jeprima
Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Hashim Djojohadikusumo bersama Ketua Tim Kuasa Hukum BPN Bambang Widjajanto dan Kuasa Hukum BPN Denny Indrayana saat menyerahkan berkas gugatan sengketa Pemilu 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019). Gugatan dilakukan oleh Tim BPN Prabowo Sandi ke MK karena pihaknya mengikuti koridor hukum. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Berdasarkan dokumen permohonan gugatan yang diajukan BPN ke MK berbentuk file PDF yang diterima Tribunnews.com, Minggu (26/5/2019), kuasa hukum Prabowo-Sandi menyebut telah terjadi lima kecurangan yang dianggap sebagai bentuk pelanggaran pemilu dan kecurangan yang masif.

Menurut BPN, hal itu mereka anggap sebagai bentuk kecurangan yang terstruktur, sistematik dan masif. 

Halaman
1234
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved