Deretan Foto Ini Akan Membuatmu Berpikir Ulang Terhadap Anak Punk, Foto 4 Bikin Terharu

Pada perkembangannya, baik di negeri asalnya maupun di Indonesia, komunitas punk mempunyai suatu subkultur tersendiri yang diakui masyarakat

Deretan Foto Ini Akan Membuatmu Berpikir Ulang Terhadap Anak Punk, Foto 4 Bikin Terharu
ANTARA/RIVAN AWAL LINGGA
Foto dirilis Selasa (21/5/2019), menunjukkan anak punk mengikuti pengajian di kolong jembatan layang, Tebet, Jakarta 
TRIBUNBATAM.id - Jangan selalu melihat penampilan dari luarnya, lihatnya orang dari hatinya.
Anak punk, begitu biasa orang menyebut mereka, terkadang orang melihat mereka dalam kaca mata hitam putih abau abu. Padahal, banyak anak punk baik baik. Foto foto ini akan memperlihatkan hal tersebut.
Punk mulai masuk ke Indonesia sekitar akhir 1970an. Masuknya gaya hidup punkke Indonesia diawali pula oleh masuknya musik-musik beraliran punk namun perkembangannya tidak sepesat di negeri asalnya yaitu London, Inggris.
 
Pada perkembangannya, baik di negeri asalnya maupun di Indonesia, komunitas punk mempunyai suatu subkultur tersendiri yang diakui masyarakat dan terkadang dianggap menyimpang. Punk juga semakin populer di dalam dunia fesyen atau gaya berpakaian.
 
 
 
Foto dirilis Selasa (21/5/2019), menunjukkan anak punk bersiap melaksanakan shalat di Tebet, Jakarta. Sebuah komunitas bernama Tasawuf Underground didirikan untuk merangkul dan mengenalkan kembali agama pada anak jalanan dan anak punk, serta membantu mengubah stigma masyarakat terhadap mereka.
ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA
Foto dirilis Selasa (21/5/2019), menunjukkan anak punk bersiap melaksanakan shalat di Tebet, Jakarta. Sebuah komunitas bernama Tasawuf Underground didirikan untuk merangkul dan mengenalkan kembali agama pada anak jalanan dan anak punk, serta membantu mengubah stigma masyarakat terhadap mereka.
 
Suara bising grinder kopi dan aroma khas menyeruak menghiasi sebuah kedai selepas adzan Magrib di bulan Ramadhan. 
 
 
Kesibukan sejumlah anak punk jalanan yang melayani pengunjung menjadi sebuah dekorasi menarik di kedai bernama 'Kopi Shalawat'.
 
 
Foto dirilis Selasa (21/5/2019), menunjukkan seorang anak punk membuat kopi di Kedai 'Kopi Shalawat' di Ciputat, Tangerang Selatan. Sebuah komunitas bernama Tasawuf Underground didirikan untuk merangkul dan mengenalkan kembali agama pada anak jalanan dan anak punk, serta membantu mengubah stigma mas
ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA
Foto dirilis Selasa (21/5/2019), menunjukkan seorang anak punk membuat kopi di Kedai 'Kopi Shalawat' di Ciputat, Tangerang Selatan. Sebuah komunitas bernama Tasawuf Underground didirikan untuk merangkul dan mengenalkan kembali agama pada anak jalanan dan anak punk, serta membantu mengubah stigma mas
 
Kedai 'Kopi Shalawat' yang terletak di kawasan Ciputat merupakan tempat bekerja beberapa anak punk jalanan seusai mengikuti pengajian di kolong jalan layang Tebet, Jakarta Selatan.
 
Kedai itu digagas oleh Halim Ambiya, pendiri komunitas Tasawuf Underground tujuh tahun silam sekaligus ustaz lulusan program pascasarjana di Institut Pemikiran dan Peradaban Islam Internasional Kuala Lumpur, Malaysia.
 
 
Foto dirilis Selasa (21/5/2019), menunjukkan seorang anak punk melayani pembeli di Kedai 'Kopi Shalawat' di Ciputat, Tangerang Selatan. Sebuah komunitas bernama Tasawuf Underground didirikan untuk merangkul dan mengenalkan kembali agama pada anak jalanan dan anak punk, serta membantu mengubah stigma
ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA
Foto dirilis Selasa (21/5/2019), menunjukkan seorang anak punk melayani pembeli di Kedai 'Kopi Shalawat' di Ciputat, Tangerang Selatan. Sebuah komunitas bernama Tasawuf Underground didirikan untuk merangkul dan mengenalkan kembali agama pada anak jalanan dan anak punk, serta membantu mengubah stigma
 
Tasawuf Underground merupakan sebuah komunitas yang awalnya hanya bergerak di media sosial dengan tujuan untuk mengamalkan ilmu Islam yang lahir dari minimnya akses anak punkterhadap pendidikan agama. 
 
Halim yang juga dosen di Universitas Islam Negeri Jakarta itu menyusuri lorong-lorong Ibu Kota untuk mencari titik kumpul anak jalanan dan anak punk, lalu berusaha mengajak mereka belajar tentang Islam bersama-sama.
 
Foto dirilis Selasa (21/5/2019), menunjukkan anak punk mengikuti pengajian di kolong jembatan layang, Tebet, Jakarta. Sebuah komunitas bernama Tasawuf Underground didirikan untuk merangkul dan mengenalkan kembali agama pada anak jalanan dan anak punk, serta membantu mengubah stigma masyarakat terhad
ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA
Foto dirilis Selasa (21/5/2019), menunjukkan anak punk mengikuti pengajian di kolong jembatan layang, Tebet, Jakarta. Sebuah komunitas bernama Tasawuf Underground didirikan untuk merangkul dan mengenalkan kembali agama pada anak jalanan dan anak punk, serta membantu mengubah stigma masyarakat terhad
 
 
Namun mengajak anak jalanan dan anak punk mengaji bukanlah perkara mudah. Halim memulainya dengan mendekati mereka, mengajak mereka berbincang sambil ngopi bareng.
 
Setelah beberapa kali pertemuan, ia menawarkan "peta jalan pulang", metode pengajaran komunitas untuk mengenalkan kembali agama kepada anak jalanan dan anak punk serta mengubah stigma masyarakat terhadap mereka.
 
Foto dirilis Selasa (21/5/2019), menunjukkan anak punk mengikuti pengajian di kolong jembatan layang Tebet, Jakarta. Sebuah komunitas bernama Tasawuf Underground didirikan untuk merangkul dan mengenalkan kembali agama pada anak jalanan dan anak punk, serta membantu mengubah stigma masyarakat terhada
ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA
Foto dirilis Selasa (21/5/2019), menunjukkan anak punk mengikuti pengajian di kolong jembatan layang Tebet, Jakarta. Sebuah komunitas bernama Tasawuf Underground didirikan untuk merangkul dan mengenalkan kembali agama pada anak jalanan dan anak punk, serta membantu mengubah stigma masyarakat terhada
 
"Saya hanya merangkul dan memberikan sebuah peta untuk mereka jalan pulang dan mengenal Tuhan, tidak menghilangkan identitas mereka sebagai anak punk," ujar Halim.
 
"Persahabatan adalah kunci utamanya. Di situ lahir berbagi ilmu, berkah, hingga berbagi pekerjaan. Akhirnya mereka yang meminta saya untuk mengajarkan mengaji dan shalat," ia menambahkan.
 
Foto dirilis Selasa (21/5/2019), menunjukkan sejumlah anak punk melaksanakan shalat di Tebet, Jakarta. Sebuah komunitas bernama Tasawuf Underground didirikan untuk merangkul dan mengenalkan kembali agama pada anak jalanan dan anak punk, serta membantu mengubah stigma masyarakat terhadap mereka.
ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA
Foto dirilis Selasa (21/5/2019), menunjukkan sejumlah anak punk melaksanakan shalat di Tebet, Jakarta. Sebuah komunitas bernama Tasawuf Underground didirikan untuk merangkul dan mengenalkan kembali agama pada anak jalanan dan anak punk, serta membantu mengubah stigma masyarakat terhadap mereka.
 
Bima Abdul Saleh (26) merasakan kehidupan yang jauh lebih baik setelah empat bulan bergabung dan menemukan peta untuk jalan pulang di Komunitas Tasawuf Underground.
 
Pemuda dengan wajah penuh tato itu sangat menyesal sudah membuang banyak waktu pada masa lalu.
 
Foto dirilis Selasa (21/5/2019), menunjukkan Ustaz Halim Ambiya (kedua kanan) memberikan ceramah kepada sejumlah anak punk di kolong jembatan layang Tebet, Jakarta. Sebuah komunitas bernama Tasawuf Underground didirikan untuk merangkul dan mengenalkan kembali agama pada anak jalanan dan anak punk, s
ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA
Foto dirilis Selasa (21/5/2019), menunjukkan Ustaz Halim Ambiya (kedua kanan) memberikan ceramah kepada sejumlah anak punk di kolong jembatan layang Tebet, Jakarta. Sebuah komunitas bernama Tasawuf Underground didirikan untuk merangkul dan mengenalkan kembali agama pada anak jalanan dan anak punk, s
 
"Saya ingin menghapus tato saya, saya malu menghadap Allah dengan tubuh yang kotor," ujar Bima.
 
"Kita sekarang sudah mengenal Tuhan, tapi kita tetap melawan penindasan dengan musik dan karya kita yang lain, itulah punk sejati tidak memalak, tidak narkoba, dan bukan kriminal," tutup Bima. Sumber: Antara Foto (Rivan Awal Lingga)
 
Foto dirilis Selasa (21/5/2019), menunjukkan Bima memperlihatkan tato pada mukanya di kolong jembatan layang Tebet, Jakarta. Sebuah komunitas bernama Tasawuf Underground didirikan untuk merangkul dan mengenalkan kembali agama pada anak jalanan dan anak punk, serta membantu mengubah stigma masyarakat
ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA
Foto dirilis Selasa (21/5/2019), menunjukkan Bima memperlihatkan tato pada mukanya di kolong jembatan layang Tebet, Jakarta. Sebuah komunitas bernama Tasawuf Underground didirikan untuk merangkul dan mengenalkan kembali agama pada anak jalanan dan anak punk, serta membantu mengubah stigma masyarakat
 
Anak punk menghapus tatonya di kolong jembatan layang Tebet, Jakarta. Sebuah komunitas bernama Tasawuf Underground didirikan untuk merangkul dan mengenalkan kembali agama pada anak jalanan dan anak punk, serta membantu mengubah stigma masyarakat terhadap mereka.
ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA
Anak punk menghapus tatonya di kolong jembatan layang Tebet, Jakarta. Sebuah komunitas bernama Tasawuf Underground didirikan untuk merangkul dan mengenalkan kembali agama pada anak jalanan dan anak punk, serta membantu mengubah stigma masyarakat terhadap mereka.
 
Artikel ini telah tayang di Fotokita.Grid.id dengan judul Deretan Foto Anak Punk Ibu Kota yang Kembali ke Jalan Tuhan
 
Editor: Aminnudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved