Tanjungpinang Terkini

Pelayanan Kesehatan Tetap Jalan Saat Lebaran, Ini Kata Kepala BPJS Tanjungpinang

peserta tetap bisa memperoleh jaminan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang ditunjuk BPJS Kesehatan, bahkan termasuk saat peserta mudik

Pelayanan Kesehatan Tetap Jalan Saat Lebaran, Ini Kata Kepala BPJS Tanjungpinang
Tribun Batam/Endra Kaputra
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang Agung Utama saat memberikan pres rilis Layanan Peserta JKN-KIS Tetap Prima selama libur lebaran 

Laporan Wartawan Tribun, Endra Kaputra

TRIBUNBATAM.id TANJUNGPINANG - Peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tidak perlu khawatir menjelang masa libur lebaran Idul Fitri 2019.

Mulai dari H-7 sampai H+7 Lebaran Idul Fitri 2019, atau tepatnya mulai tanggal 29 Mei sampai 13 Juni 2019, peserta tetap bisa memperoleh jaminan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang ditunjuk BPJS Kesehatan, bahkan termasuk saat peserta mudik ke luar kota.

Laporan Keuangan Pemkab Bintan Dapat WTP, Apri Sujadi : LANJUTKAN!

Kas Daerah Pemkab Karimun Kosong, THR Honorer Terancam tak Cair. Bagaimana Nasib Piutang Proyek?

Hal tersebut disampaikan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang, Kepri sekaligus memperkenalkan Kepala Pimpinan baru Agung Utama

Ia mengatakan, hal tersebut merupakan komitmen BPJS Kesehatan memberikan kemudahan portabilitas bagi peserta.

"Bagi peserta selama mudik, dan membutuhkan pelayanan kesehatan di luar kota, maka dapat mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) walaupun peserta tidak terdaftar di FKTP tersebut," katanya, Senin (27/05/2019).

Ramadan, ATB Berikan 450 Sembako, Sasar Warga Kampung Tua

Pembunuh Bayaran Incar Pejabat Negara dan 4 Pimpinan Lembaga Survei, Dapat Kiriman Uang Rp 150 Juta

Disampaikannya, apabila tidak terdapat FKTP yang dapat memberikan pelayanan saat libur lebaran di wilayah tersebut, atau peserta membutuhkan pelayanan di luar jam buka layanan FKTP, maka peserta dapat dilayani di IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pelayanan medis dasar.

"Untuk kondisi gawat darurat, seluruh fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun lanjutan wajib memberikan pelayanan penanganan pertama kepada peserta," sebutnya kembali

Agung menambahkan, ketentuan ini berlaku Selama peserta mengikuti prosedur. Sedangkan pada tindakan medis yang diperoleh, harus berdasarkan indikasi medis.

(Endra Kaputra/Tribun)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Aminnudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved