PILPRES 2019

Sebar Hoaks, Koordinator Relawan IT BPN Prabowo-Sandi Mustofa Nahrawardaya Ditangkap Polisi

Sebar Hoaks, Koordinator Relawan IT BPN Prabowo-Sandi Mustofa Nahrawardaya Ditangkap Polisi

Sebar Hoaks, Koordinator Relawan IT BPN Prabowo-Sandi Mustofa Nahrawardaya Ditangkap Polisi
Kompas.com
Mustofa Nahrawardaya/Sebar Hoaks, Koordinator Relawan IT BPN Prabowo-Sandi Mustofa Nahrawardaya Ditangkap Polisi 

Sebar Hoaks, Koordinator Relawan IT BPN Prabowo-Sandi Mustofa Nahrawardaya Ditangkap Polisi

TRIBUNBATAM.id - Koordinator Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya, ditangkap dan telah berstatus tersangka hoaks atau berita bohong terkait kerusuhan 22 Mei 2019.

Mustofa ditangkap terkait dugaan ujaran kebencian berdasarkan SARA dan/atau pemberitaan bohong melalui Twitter.

Cuitan Mustofa yang berujung penangkapan tersebut diunggah di akun Twitter @AkunTofa. Cuitan itu terkait anak bernama Harun (15) yang meninggal setelah disiksa oknum aparat saat aksi 22 Mei.

"Innalillahi-wainnailaihi-raajiuun. Sy dikabari, anak bernama Harun (15) warga Duri Kepa, Kebon Jeruk Jakarta Barat yg disiksa oknum di Komplek Masjid Al Huda ini, syahid hari ini. Semoga Almarhum ditempatkan di tempat yg terbaik disisi Allah SWT, Amiiiin YRA," demikian cuitan di @AkunTofa.

Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul membenarkan Mustofa ditangkap dan menjadi tersangka terkait hoaks lewat Twitter.

Minta Penetapan Prabowo-Sandi Presiden 2019-2024 atau Pemilu Ulang, Ini 7 Poin Tuntutan BPN di MK

Kembali Bubarkan Lembaga Negara yang Tak Relevan, Jokowi Akan Cari Calon Menteri Berjiwa Eksekusi

Gelar Buka Bersama, Mantan Suami Muzdalifah, Nassar Bagikan Uang Rp 100 Juta Anak Yatim Piatu

"Iya benar," kata Rickynaldo Chairul.

Terkait cuitan hoaks tersebut, Mustofa dijerat Pasal 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kemudian, dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Rickynaldo menuturkan, Mustofa ditangkap tim Siber Bareskrim Polri pada Minggu (26/5/2019). Surat penangkapan politisi PAN tersebut sudah diberikan kepada istrinya.

Dalam surat penangkapan bernomor SP.Kap/61/V/ 2019/Dittipidsiber, Mustofa diduga menuturkan ujaran kebencian berdasarkan SARA dan/atau menyebarkan hoaks melalui Twitter. 

"Iya kita tangkap, dan surat (penangkapan) diberikan ke istri," ungkap Rickynaldo.

Penangkapan Mustofa merupakan buntut cuitan di Twiter terkait adanya anak di bawah umur bernama Harun Rasyid yang dipukuli aparat hingga meninggal.

Peristiwanya disebut terjadi di dekat Masjid Al-Huda di Jl Kp Bali XXXIII No 3, RT 2 RW 10, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kepolisian kemudian membantah hoaks tersebut. Menurut kepolisian, peristiwa dalam video tersebut faktanya adalah penangkapan seorang perusuh bernama A alias Andri Bibir.

Dua Poin Tuntutan Kubu Prabowo-Sandi di MK Akan Jadi Kabar Buruk Bagi Jokowi-Maruf Jika Terbukti

Mahfud MD Sebut Prabowo-Sandi Bisa Berbalik Unggul 55% atas Jokowi-Maruf, Ini Penjelasannya

Halaman
1234
Editor: Danang Setiawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved