Airlangga Dapat Pujian dari Nurdin Halid, Dianggap Punya Peran Besar dalam Kemenangan Jokowi-Ma'ruf

Airlangga Hartarto dipuji atas keberhasilannya memimpin Partai Golkar di Pilpres dan Pileg 2019.

Airlangga Dapat Pujian dari Nurdin Halid, Dianggap Punya Peran Besar dalam Kemenangan Jokowi-Ma'ruf
Ist
Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019) 

TRIBUNBATAM.id - Airlangga Hartarto dipuji atas keberhasilannya memimpin Partai Golkar di Pilpres dan Pileg 2019.

Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Sulsel, Nurdin Halid (NH) menilai Ketua Umum DPP Golkar ikut berperan besar dalam memenangkan Joko Widodo - Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Menurut NH, ini merupakan kali pertama Golkar berperan besar memenangkan Pilpres pasca reformasi.

“Selain di Pilpres, capaian Partai Golkar secara nasional di pemilihan legislatif (Pileg) 2019 juga patut kita apresiasi, di mana Bapak Airlangga Hartarto kurang dari dua tahun masa kepemimpinannya mampu mengantar Partai Golkar pada posisi ke dua perolehan kursi di DPR RI.

Dan ini terjadi di saat kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto. Bagi kami, ini akan sangat berarti bagi Golkar sekarang dan juga di masa mendatang,” ujar NH, Selasa (28/5/2019).

Kepala BIN Budi Gunawan Jadi Target Pembunuhan, Ini Sepak Terjangnya

Guru Ngaji Prabowo Ikut Diperiksa Dalam Kasus Eggi, Jawabannya Santai Saja

Andre Rosiade Yakin Dahnil Anzar Penuhi Panggilan Polda Sumut, Walaupun Tiket ke Medan Mahal

NH juga menyebut Golkar menjadi sebuah partai di bawah kepemimpinan Airlangga yang turut memiliki andil besar dalam pemenangan Jokowi - Ma’ruf mengalahkan pasangan Prabowo - Sandiaga.

“Salah satu kebanggaan lagi bagi kita di Golkar adalah karena masuk dalam jajaran koalisi peraih suara mayoritas di parlemen bersama partai politik pendukung Jokowi - Ma’ruf lainnya, sehingga, keterwakilan suara mayoritas ini akan membawa dampak positif dalam mengawal pembangunan di masa mendatang,” kata NH.

Oleh karena itu, DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan sangat senang dan mengapresiasi keberhasilan DPP Partai Golkar di bawah kepemimpinan ketua umum yang mampu menjaga marwah Partai Golkar dalam kanca politik nasional.

Golkar dinilai mampu keluar dari keterpurukan dalam berbagai situasi politik yang menerpa partai baik secara internal maupun eksternal.

“Kita tahu bersama bahwa keterwakilan suara mayoritas di parlemen akan menjadi kekuatan politik dalam mengawal kelancaran pemerintahan ke depan. Untuk itu, jika pemerintah berhasil di masa mendatang, maka salah satunya karena peran Partai Golkar,” jelas NH.

 

Menanggapi situasi politik di dalam negeri pasca pengumuman rekapitulasi KPU, NH berharap agar seluruh kader terutama Golkar Sulsel untuk tetap menjaga diri dan tidak terprovokasi.

Seluruh kader, kata NH, juga diharap tetap bersatu mengawal hasil rekapitulasi ini dan tetap mendukung langkah Ketua Umum Airlangga mengawal program pemerintahan Jokowi - Ma’ruf.

Hasil Madura United vs Borneo Shopee. Babak Pertama, Tuan Rumah Unggul 2 Gol

H-8 Idul Fitri 1440 H, Warga yang Keluar dari Batam Mencapai 5.696, Berangkat Melalui Jalur Laut

Airlangga termasuk kader Partai Golkar yang diusung masuk ke kabinet Jokowi - Ma'ruf. Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono mengungkapkan ada lima nama yang diusulkan untuk mengisi pos menteri untuk kabinet Jokowi periode selanjutnya.

Lima nama tersebut merupakan usulan dari Dewan Pakar Partai Golkar yang dibahas dalam Pleno ke-XXI di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Senin (27/5/2019).

Dua nama kader Golkar yang telah menjadi menteri saat ini yakni, Airlangga Hartarto dan Agus Gumiwang Kartasasmita. Menurut Agung, kedua kader Golkar tersebut pantas untuk dipertahankan.

 

Sementara tiga nama tambahan yang diusulkan di antaranya Ilham Habibie, Ponco Sutowo, Ganjar Razuni.

"Itu nama-nama yang beredar yang saya kira DPP tentu akan menangkap dan menyeleksinya," ujar Agung.

Menurut Agung, nama-nama tersebut patut dipertimbangkan oleh DPP Partai Golkar untuk selanjutnya diusulkan kepada Jokowi.

Agung menilai jumlah tersebut sudah sangat proporsional dan tidak berlebihan.

"Tentu tidak bisa semuanya karena terbatas juga, tetapi wajarlah sebagai pemenang ke dua setidaknya dapat 5 kursi tidak perlu 10 kursi seperti PKB," tutur Agung.

Seperti diketahui, Dewan Partai Golkar mengusulkan agar partainya mendapatkan lima jatah menteri.

Agung beralasan Golkar merupakan partai yang paling pertama mengusung Jokowi sebagai presiden.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul NH Nilai Airlangga Hartarto Bawa Golkar Menangkan Pilpres 2019

Editor: Thom Limahekin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved