Tanjungpinang Terkini

Kejati Kepri Sibak Kembali Kasus Korupsi Lama Dana Rumah Dinas DPRD Natuna, Siapa Tersangka?

Kejati Kepri menyatakan, kasus dana rumah dinas DPRD Natuna pasti dibuka kembali, sejumlah nama akan dipanggil l

TRIBUNBATAM.id/Wahib Wafa
Raja Amirullah Dalam pemeriksaan di ruang tindak Pidana khusus Kejati Kepri, Kamis ( 13/9/2018) 

TRIBUNBATAM.id.TANJUNGPINANG - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau di Tanjungpinang mempelajari kembali kasus rumah dinas DPRD Natuna.

Kasus rumah dinas DPRD Natuna, Kepri sebelumnya telah ada 5 tersangka, ditetapkan pada 2017.

Lima tersangka, mantan Bupati Natunan Raja Amirullah,  Ilyas Sabli, Hadi Chandra, Makmur dan Syamsurizon.

Beruntungnya Cewek Ini, Bisa Foto Bareng Tom Holland Si Spiderman yang Diam-diam ke Bali

BERITA AC MILAN - Gagal ke Liga Champions, Gennaro Gattuso Mundur Sebagai Pelatih AC Milan

Kajati Kepri Edi Birton mengatkan, rumah dinas DPRD Natuna pasti akan dipelajari kembali.

Nantinya untuk menentukan status kasus apakah akan di lakukan pemberhentian atau akan dilanjutkan. Meski kasus ini sudah dua tahun lamanya mengendap tanpa kepastian yang jelas.

Terlebih usai ekspos penetapan tersangka lengkap dengan keterangan alat bukti 2 tahun lalu oleh Kajati Kepri saat itu Yunan Harjaka, Kejati tidak memberikan keterangan yang tidak jelas tentang kelanjutan kasus tersebut hingga saat ini.

Penumpang Mudik Sepi, Bandara Hang Nadim Merugi 15 Persen, Target Tahun Ini Terancam Tak Tercapai

Sederet Film Lokal dan Nasional dan Internasional yang Akan Tayang Juni 2019 Mendatang

Informasi adanya intervensi salah satu tersangka yang notebene kader partai Nasdem. Yakni Ilyas Sabli yang kini juga lolos sebagai anggota DPRD Kepri dari partai Nasdem. Kajati membantah tegas adanya intervensi sehingga kasus tak kunjung dilanjutkan? "Gak ada itu. Gak tau juga orangnya yang mana dari partai apa," kata Kajati Kepri Edi Birton dikonfirmasi di kantornya, Selasa (28/5).

Ia menyebutkan jika pasti akan ada penyelesaian kasus tersebut. Sehingga ia butuh waktu menyelesaikan status kasus tersebut untuk menentukan kebijakan apakah lanjut atau akan dihentikan. 

"Ya itu pasti nanti akan asa penyelesaian. Kita kaji dulu, kita pelajari dulu baru nanti kita tentukan kelanjutan kasus ini," ungkapnya. 

Ditanya apa yang menjadi kendala dalam penanganan kasus ini hingga sudah 2 tahun lamanya belum juga dilimpahkan ke persidangan? Kajati mengaku masih baru berdinas di Kepri. Sehingga perlu mempelajari kasus-kasus yang menjadi tunggakan.

"Iya saya kan baru (menjabat sejak Januari 2019). Jadi masih mempelajari juga. Terus kita juga kemarin tau usai Pemilu. Kita diminta untuk cooling down dulu," ungkapnya.

Begitu juga ia beralasan belum ada prodak pengungkapan korupsi di Kepri karena terhenti adanya momen Pemilu. Menurutnya akan mulai melancarkan aksi Pemberantasan korupsi usai Pemilu. Termasuk mempelajari kasus yang menjadi tunggakan. 

Sebelumnya 5 orang tersangka ditetapkan dalam kasus korupsi tunjangan rumah dinas DPRD Kabupaten Natuna. Kerugian hasil audit BPKP mencapai 7 miliar lebih. (wfa)

Penulis:
Editor: Aminudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved