PILPRES 2019

Prabowo Berpeluang Menang di MK, Refly Harun: Asal Bisa Buktikan Kecurangan Pilpres 2019

Prabowo Subianto terbuka peluang menangkan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK), Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menjelaskan syaratnya.

Prabowo Berpeluang Menang di MK, Refly Harun: Asal Bisa Buktikan Kecurangan Pilpres 2019
Wartakota/Adhy Kelana
Tak Cuma ke MK, BPN Prabowo-Sandi Berencana Gugat Sengketa Hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Internasional 

TRIBUNBATAM.id - Peluang Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang gugatan Pilpres di Mahkamah Konstitusi, begini penjelasan Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun.

Refly Harun menilai gugatan hasil Pilpres 2019 kubu pasangan calon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kemungkinan bisa menang di Mahkamah Konstitusi.

Ia menilai, gugatan tersebut bisa saja menang di MK.

Hal ini disampaikan Refly Harun saat menjadi narasumber di acara Fakta Tv One yang dilansir TribunJakarta.com pada Selasa (28/5).

Awalnya Refly Harun mengungkapkan bersyukur karena pihak BPN Prabowo-Sandi menempuh jalur hukum ke MK.

"Soal menang dan kalah itu permasalahan lain. Yang terpenting adalah kita menggeser masalah dari jalan ke ruang sidang," ungkap Refly Harun.

Viral di Medsos! Tanggapan Refly Harun Soal Jokowi Tidak Bisa Jadi Presiden Meski Unggul 54%

SBY Harapkan Hal Ini Terjadi Pada Jokowi dan Prabowo Dalam Waktu Dekat

Refly Harun mengatakan harapannya agar persidangan di MK berjalan lancar dan terbuka sehingga apapun hasilnya bisa diterima kedua pihak.

 

Tak hanya itu, Refly Harun menjelaskan 2 aspek pendekatan mengenai pembuktian data-data kecurangan yang dilaporkan BPN Prabowo-Sandi.

"2 aspek pendekatan yaitu kuantitatif dan kualitatif. Kalau kuantitatif ini maka BPN harus bisa membuktikan mereka dicurangi atau penggelembungan suara kubu 01 sejumlah separuh 16 juta lebih.

Kondisi depan gedung Mahkamah Konstitusi di Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2019).
Kondisi depan gedung Mahkamah Konstitusi di Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2019). (TribunJakarta/Bima Putra)

Kalau dia bisa mendalilkan seperti itu, maka kita bicara signifikan berdasarkan kuantitatif. Tapi kalau di permohonan aja enggak signifikan, dengan berbagai bukti dan hanya klaim semata maka bergerak kepada kuantitatif," ungkap Refly Harun.

Menurut Refly Harun, aspek pendekatan kuantitatif juga terdapat dua bagian yakni mengenai TSM (terstruktur, sistematis, dan masif) dan pembuktian kecurangan yang dikomando oleh kubu 01.

 

Halaman
1234
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved