Agar KEK Lebih Nendang, Akan Ada Insentif Fiskal Tambahan di KEK

Dalam rapat itu, Suahasil mengatakan, pemerintah membahas rencana untuk menambah jenis insentif untuk KEK agar kawasan ini lebih diminati investo

Agar KEK Lebih Nendang, Akan Ada Insentif Fiskal Tambahan di KEK
seatrade-maritime.com
Pelabuhan Tanjung Sauh 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Pemerintah terus menggenjot masuknya investasi ke Indonesia, terutama melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Oleh karena itu, pemerintah kini berencana menambah sejumlah insentif fiskal untuk investor di KEK.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara, Selasa (28/5), menghadiri Rapat Koordinasi Pembahasan tentang pending issuesInsentif Fiskal di KEK.

Hamil Anak Pertama, Begini Cara Tak Biasa Irish Bella Beritahukan Kehamilan ke Ammar Zoni

SIAP-SIAP! Pemerintah Akan Buka Penerimaan CPNS Lagi. Jumlah yang akan Direkrut 200 Ribu Pegawai

Soal Lahan di Batam Bebas UWT dan Jadi Hak Milik, Amsakar Achmad Yakin Presiden Jokowi Serius

Rapat yang dipimpin Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution ini juga dihadiri Dirjen Pajak dan Dirjen Bea dan Cukai.

Dalam rapat tersebut, Suahasil mengatakan, pemerintah membahas rencana untuk menambah jenis insentif untuk KEK agar kawasan ini lebih diminati investor.

Selama ini, beberapa insentif fiskal yang telah berlaku di KEK antara lain pembebasan pajak penghasilan badan (tax holiday) dan pengurangan pajak penghasilan badan (tax allowance).

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 104/PMK.010/2016, investasi di KEK berhak mendapat fasilitas tax holiday untuk badan dengan rentang 20% hingga 100%.

"Tadi membicarakan berbagai macam jenis insentif yang bisa diberikan agar KEK lebih 'nendang'. Kan kita sudah punya tax holiday, tax allowance, pembebasan PPN, terus apa lagi yang bisa kita relaksasi?" ujar Suahasil saat ditemui usai menghadiri rapat tersebut.

Sayangnya, Suahasil belum menyebutkan lebih rinci insentif seperti apa saja yang akan ditambahkan, serta kapan persisnya penambahan insentif itu akan terealisasi.

Selain itu, pemerintah dalam diskusi tersebut membahas sejauh mana efektivitas kebijakan pemerintah memperluas pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 0% untuk ekspor jasa. 

Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved