Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad Usulkan Mata Uang Bersama di Asia Timur, Ini Tujuannya

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memperdebatkan gagasan mata uang untuk perdagangan bersama di Asia Timur

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad Usulkan Mata Uang Bersama di Asia Timur, Ini Tujuannya
YOUTUBE
Mahathir Muhamad 

Ada 21 mata uang negara asing yang dipantau dalam daftar tersebut. Adapun India dan Swiss telah dikeluarkan dari daftar.

Berdasarkan metode itu, sebuah negara dapat dikatakan memanipulasi mata uangnya apabila memenuhi tiga kriteria.

Pertama, negara tersebut memiliki surplus transaksi berjalan sebesar 2 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Kedua, pemerintahnya secara konsisten terlibat dalam intervensi mata uang. Terakhir, negara tersebut memiliki surplus neraca perdagangan yang cukup signifikan dengan AS.

Singapura dimasukkan dalam daftar lantaran besarnya surplus transaksi berjalan dan pembelian valas sebesar 17 miliar dollar AS pada 2018.

Sementara Malaysia dan Vietnam mencatat surplus neraca perdagangan dengan AS dan transaksi berjalannya pun surplus.

 "Malaysia mendukung perdagangan bebas dan adil, serta tidak menjalankan praktik nilai tukar yang tidak adil," jelas pihak Bank Negara Malaysia.

"Singapura memiliki surplus transaksi berjalan yang besar berkat kebijakan, aturan, infrastruktur, dan tenaga kerja yang bagus," terang Jeffrey Halley, analis senior dari Oanda.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "AS Pantau Mata Uang Malaysia, Vietnam, dan Singapura, Ada Apa?

Editor: nandrson
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved