Kim Jong Un Eksekusi Dua Pejabat Seniornya Setelah Pertemuannya dengan Donald Trump Gagal

Salah satu pejabat tersebut adalah Kim Hyok Chol yang dieksekusi di Bandara Mirim di Pyongyang, bersama dengan empat eksekutif kementerian luar negeri

Kim Jong Un Eksekusi Dua Pejabat Seniornya Setelah Pertemuannya dengan Donald Trump Gagal
TWITTER/CNN
pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump di Hanoi, Vietnam, Rabu (27/2/2019) 

TRIBUNBATAM.id, SEOUL - Korea Utara dikabarkan telah mengeksekusi pejabat senior di pemerintahannya setelah pertemuan puncak yang gagal antara Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump.

Dua pejabat yang diseksekusi itu adalah utusan khusus negosiasi nuklir ke Amerika Serikat (AS).

Hal itu diberitakan sebuah surat kabar Korea Selatan pada hari Jumat (31/5/2019), seperti dilansir Kantor Berita Reuters.

Salah satu pejabat tersebut adalah Kim Hyok Chol yang dieksekusi di Bandara Mirim di Pyongyang, bersama dengan empat eksekutif kementerian luar negeri, pada bulan Maret.

Mereka semua dituduh memata-matai Amerika Serikat,  seperti dilaporkan Media Korsel Chosun Ilbo yang mengutip sumber Korea Utara yang tidak diketahui identitasnya.

"Dia dituduh memata-matai Amerika Serikat karena melaporkan negosiasi dengan buruk tanpa benar-benar memahami niat AS," kata sumber itu seperti dikutip.

KTT di Hanoi, pertemuan kedua antara Kim Jong Un dan Trump, gagal mencapai kesepakatan karena konflik atas permintaan AS untuk denuklirisasi lengkap dari semenanjung Korea dan tuntutan Korea Utara untuk bantuan sanksi.

Kim Yong Chol, tangan kanan Kim Jong Un dan rekan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sebelum KTT Hanoi, juga telah dikirim ke kamp buruh dan pendidikan ulang dekat perbatasan China, Chosun Ilbo melaporkan.

Pejabat kunci yang bekerja dengan Kim Yong Chol juga telah keluar dari mata publik sejak pertemuan puncak itu, sementara para diplomat kawakan yang telah disingkirkan terlihat kembali menjadi sorotan.

Seorang anggota parlemen Korea Selatan mengatakan kepada Reuters pada bulan April bahwa Kim Yong Chol, mantan spymaster hawkish, telah dikeluarkan dari jabatan utama partai.

Seorang juru bicara di Kementerian Unifikasi Seoul menolak mengomentari laporan Chosun. Seorang pejabat di Gedung Biru kepresidenan di Seoul mengatakan tidak pantas mengomentari masalah yang harus diverifikasi terlebih dahulu.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved