BERITA KARIMUN

Laporan Keuangan Karimun 7 Kali Dapat WTP dari BPK, Bupati Aunur Rafiq : Kita Bisa!

Opini Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP yang ke tujuh kali secara beruntun dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kepri

Laporan Keuangan Karimun 7 Kali Dapat WTP dari BPK, Bupati Aunur Rafiq : Kita Bisa!
TRIBUNBATAM.id/ELHADIF PUTRA
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karimun, Aunur Rafiq 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Kabar gembira disampaikan Bupati Karimun, Kepri, Aunur Rafiq saat rapat paripurna pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Karimun tahun anggaran 2018 di DPRD Karimun.

Kabar gembira itu bahwa Kabupaten Karimun memperoleh capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP yang ke tujuh kali secara beruntun dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kepri.

Konsentrasi Pada Ibu Ani, SBY Mohon Maaf Belum Bisa Terima Tamu di Singapura

Tak Cuma Tanda Hamil, Mual Bisa Jadi Gejala 5 Penyakit Berbahaya Ini

WTP itu diraih atas laporan hasil pemerikasan keuangan Pemkab Karimun tahun anggaran 2018.

"WTP tahun 2018 merupakan pencapaian opini WTP untuk yang ke tujuh kali secara berturut-turut," ujar Rafiq saat penyampaian pidato di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Karimun.

Matahari Mega Mall Gelar Midnight Sale dan Morning Sale, Beri Diskon hingga Promo Beli 1 Gratis 2

DAFTAR 11 Handphone ZenFone yang Didiskon Besar-besaran Jelang Lebaran Idul Fitri 1440 H/2019

Rafiq mengatakan, keberhasilan tersebut dikarenakan Pemkab Karimun sudah menerapkan sistem akuntansi pemerintahan berbasis akrual sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.

Pada rapat paripurna itu, Bupati juga menyampaikan perihal perubahan ABPD Karimun tahun 2018 ditetapkan target pendapatan sebesar Rp 1,4 triliun lebih.

Pada akhir tahun 2018, pendatapan daerah dapat direalisasikan sebesar Rp 1, 2 trilun lebih atau sekitar 88,07 persen dari target.

Berikutnya anggaran belanja ditargetkan sebesar Rp 1,5 triliun lebih, pada akhir tahun 2018 dapat direalisasikan sebesar Rp 1,3 triliun lebih atau sekitar 87,10 persen.

Kemudian pembiayaan daerah yang bersumber dari penerimaan pembiayaan daerah ditargetkan sebesar Rp 92 miliar lebih, dapat direaliasikan sebesar Rp 92,5 miliar atau melampaui target sekitar 100,18 persen.

"Dari realisasi tersebut, diperoleh sisa lebih pembiayaan anggaran atau Silpa tahun 2018 sebesar Rp 26.271.200.204,03," ujar Rafiq.

Halaman
123
Penulis: Rachta Yahya
Editor: Aminnudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved