BERITA KOTA TANJUNGPINANG

Walikota Tanjungpinang Meradang, Upacara HUT Pancasila Sepi Gara Gara Pegawai Sudah Pada Mudik

Walikota Tanjungpinang Syahrul menyebutkan pada surat edaran pertama kementrian pusat pegawai pemerintah masuk hari terakhir pada Jumat tanggal 30 Mei

Walikota Tanjungpinang Meradang, Upacara HUT Pancasila Sepi Gara Gara Pegawai Sudah Pada Mudik
TRIBUNBATAM.id/THOM LIMAHEKIN
Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul menadatangani prasasti, didampingi oleh Wakil Walikota Tanjungpinang Hj Rahma di Rutan Tanjungpinang, Rabu (6/3/2019) 

TRIBUNBATAM.id.TANJUNGPINANG - Tak ada daya dan upaya yang bisa dilakukan walikota Tanjungpinang, Kepri, Syahrul. 

Begitu juga paksaan untuk tetap mengikuti upacara HUT Pancasila pada hari Sabtu tanggal 1 juni. 

Walikota Tanjungpinang Syahrul menyebutkan pada surat edaran pertama kementerian pusat pegawai pemerintah masuk hari terakhir pada Jumat tanggal 30 Mei.

Kelakuan Pemain Timnas U18 Korea Selatan Dikecam Usai Juara Panda Cup 2019, China Murka

Ternyata Mukena Syahrini 2019 Diborong Sosok Ini, Mukena SYR Seharga Rp 3,5 Juta

 

Namun pada tanggal tersebut juga merupakan tanggal libur nasional. Sementara upacara 1 Juni wajib dilaksanakan berdasarkan surat edaran Pemerintah pusat.

"Ini kesalahan dari pusat juga. Edaran pertama dari pusat masuk terakhir pada 30 Mei. Mereka yang sudah menerima surat edaran itu ya sudah membeli tiket (mudik)," kata Syahrul walikota Tanjungpinang dikonfirmasi pada kegiatan buka bersama pers Kamis (30/5) malam.

Video Cuplikan Gol dan Highlight Norwegia Menang 12-0 vs Honduras, Erling Haland Cetak 9 Gol

Meme Kocak Mudik Lebaran 2019, Dari Mudik Malam hingga Menantu Ditinggal di Rest Area

Menurut Syahrul harga tiket cukup mahal khususnya tiket pesawat. Sehingga tidak mungkin para pegawai di pemko Tanjungpinang yang akan mudik menggunakan untuk mengembalikan tiket tersebut demi untuk melaksanakan upacara.

"Tiket mahal tak mungkin mereka membatalkan. Mereka juga beli tiket jauh-jauh sebelumnya. Ada toleransi karena berubahnya last minute. Bukan Tidak masalah tapi karena surat edaran itu tadi masalahnya," ujarnya lagi.

Syahrul mengaku pasrah berapa pegawai yang akan hadir  pada upacara nanti, kendatipun Pemko mewajibkan mereka yang tidak pulang ke kampung halamannya untuk tetap diwajibkan berangkat ke kantor melaksanakan kegiatan upacara.

"Ya yang gak balik kampung kita tau. Karena Sebelumnya mereka menyampaikan juga ke kepala dinasnya. Kalau yang gak balik kampung wajib hadir kalau yang sudah beli tiket ya sudah," tuturnya. (wfa).

Penulis:
Editor: Aminudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved