AKSI 22 MEI 2019

Dalang Kerusuhan 22 Mei, Aktivis Ini Beberkan Sosok yang Bertanggung Jawab dalam Aksi 22 Mei 2019

Dalang Kerusuhan 22 Mei, Aktivis Ini Beberkan Sosok yang Bertanggung Jawab dalam Aksi 22 Mei 2019

Dalang Kerusuhan 22 Mei, Aktivis Ini Beberkan Sosok yang Bertanggung Jawab dalam Aksi 22 Mei 2019
TRIBUNNEWS
Dalang Kerusuhan 22 Mei, Aktivis Ini Beberkan Sosok yang Bertanggung Jawab dalam Aksi 22 Mei 2019 

Dalang Kerusuhan 22 Mei, Aktivis Ini Beberkan Sosok yang Bertanggung Jawab dalam Aksi 22 Mei 2019

TRIBUNBATAM.id - Salah seorang aktivis bernama Dita Indah Sari mengungkapkan siapa saja yang harus bertanggung jawab atas aksi 22 Mei beberapa waktu lalu.

 Aktivis Dita Indah Sari mengungkapkan siapa pihak-pihak yang harus bertanggung jawab atas aksi 22 Mei di Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Diberitakan TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Dita di tayangan Rosi yang dibagikan di saluran YouTube KompasTV, Kamis (30/5/2019).

Ia juga meminta agar gerakan ini tak dibandingkan dengan gerakan 98.

Pengakuan Istri Eks Danjen Kopassus Soal Penyelundupan Senjata Api 22 Mei yang Menjerat Suaminya

Penjelasan Wiranto Soal Pertemuan Jokowi dengan Purnawirawan TNI: Menyangkut Stabilitas Negara?

Warungnya Dijarah & Dibakar, Korban Kerusuhan 22 Mei Datangi Komnas HAM: Saya Harap Ada Ganti Rugi

"Kita tidak usah melebih-lebihkan gerakan 21-22 Mei, kita tidak usah juga menganggap itu sebagai sebuah revolusi politik atau dibanding-bandingkan dengan gerakan 98," tegas Dita.

"Itu menurunkan level gerakan 98," sambung dia.

Menurut Dita, aksi 21-22 Mei ini hanya merupakan gerakan terkait kontestasi politik di mana ada pihak yang kalah tapi tidak bisa menerima atau belum bisa menerima kekalahan.

"Nah, orang yang kalah tapi belum bisa menerima kekalahan jalurnya ada dua. Satu bisa jalur hukum, atau jalur yang non hukum," kata Dita.

Demonstran terlibat bentrok dengan polisi saat menggelar Aksi 22 Mei di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu serentak 2019.
Demonstran terlibat bentrok dengan polisi saat menggelar Aksi 22 Mei di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu serentak 2019. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Dita perpendapat, apa yang diperjuangkan dari gerakan ini sebenarnya hanya kepentingan elite politik yang belum bisa merima kekalahan.

"(Mereka) belum bisa menerima fakta bahwa suara mereka kurang banyak, kurang 17 juta dari kontestan lain, yaitu Pak Jokowi. Itu saja," ujar Dita.

Meski demikian, Dita menjelaskan bahwa hal tersebut sebenarnya sah-saja untuk dilakukan di alam demokrasi Indonesia.

Halaman
12
Editor: Danang Setiawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved