AKSI 22 MEI 2019

Pengakuan Istri Eks Danjen Kopassus Soal Penyelundupan Senjata Api 22 Mei yang Menjerat Suaminya

Pengakuan Istri Eks Danjen Kopassus Soal Penyelundupan Senjata Api 22 Mei yang Menjerat Suaminya

Pengakuan Istri Eks Danjen Kopassus Soal Penyelundupan Senjata Api 22 Mei yang Menjerat Suaminya
TRIBUNNEWS
Pengakuan Istri Eks Danjen Kopassus Soal Penyelundupan Senjata Api 22 Mei yang Menjerat Suaminya 

Pengakuan Istri Eks Danjen Kopassus Soal Penyelundupan Senjata Api 22 Mei yang Menjerat Suaminya

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Mengenakan kerudung oranye, istri mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko, Rini Soenarko membeberkan kondisi suaminya yang saat ini ditahan di Rutan POM Guntur, Jakarta Selatan.

"Bapak alhamdulillah sehat, tidak ada sesuatu apa pun. Sehat alhamdulillah," kata Rini ditemui di Hotel Centuru, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (31/5/2019).

Bahkan, dirinya menyempatkan diri untuk berbuka puasa bersama suaminya tersebut.

Presiden Jokowi Undang Sejumlah Purnawirawan TNI ke Istana Negara, Apa yang Dibahas?

Warungnya Dijarah & Dibakar, Korban Kerusuhan 22 Mei Datangi Komnas HAM: Saya Harap Ada Ganti Rugi

Prediksi Liverpool vs Tottenham Hotspur Final Liga Champions, Harry Kane Terancam Absen, Firmino Fit

Penjelasan Wiranto Soal Pertemuan Jokowi dengan Purnawirawan TNI: Menyangkut Stabilitas Negara?

"Alhamdulillah saya diberi kesempatan dan diberi fasilitas untuk membesuk. Saya selaku keluarga dan ada penasihat hukum juga dapat menjenguk setiap saat," ujarnya.

Terkait kasus yang menjerat suaminya soal penyelundupan senjata, Rini menjelaskan bahwa Soenarko tidak tahu soal pengiriman senjata dari Aceh ke Jakarta.

"Saya lihat barangnya juga belum. Bapak enggak tahu kalau ada perjalanan dan pengiriman senjata," lanjutnya.

Sementara itu, kuasa hukum Soenarko, Firman Nurwahid menduga ada sejumlah keanehan yang menjerat kliennya.

Dirinya mempertanyakan proses penetapan tersangka terhadap Soenarko.

"Hukum acara pidananya dilanggar. Awal mula penyelidikan naik ke penyidikan harusnya itu gelar perkara, enggak bisa tiba-tiba. Pak Soenarko tanggal 19 Mei dikirimi surat untuk tanggal 20 Mei diperiksa sebagai saksi," katanya.

Soenarko pun datang ke POM TNI secara suka rela dan dirinya diperiksa di sana dari pukul 09.00 sampai 17.30 WIB.

Kata Ferry, perwakilan dari BAIS yakni Marsekal Mardono dan Letjen Asep pun saat itu mengunjungi POM TNI untuk berdialog dengan Soenarko.

"Kemudian tak lama kepolisian datang, melakukan pemeriksaan, dan Pak Soenarko ditetapkan sebagai tersangka. Itu enggak benar begitu, karena harus ada gelar perkara dulu," katanya.

Jika orang sekaliber eks Danjen Kopasssus seperti Soenarko diperlakukan seperti itu, kata Ferry, bagaimana nasib orang-orang yang tak punya kapasitas seperti dirinya.

Halaman
12
Editor: Danang Setiawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved