Akibat Gelombang Tinggi, Empat Pelayaran di NTT Sempat Ditutup, Hari Ini Kembali Dibuka 

Empat rute pelayaran tersebut adalah Kupang - Rote, Kupang - Sabu - Waingapu, Kupang - Aimere - Waingapu dan Kupang - Ende.

Akibat Gelombang Tinggi, Empat Pelayaran di NTT Sempat Ditutup, Hari Ini Kembali Dibuka 
Tribun Batam/Istimewa
Ilustrasi gelombang tinggi 

TRIBUNBATAM.id - Baru-baru ini PT ASDP Kupang menutup empat pelayaran di wilayah perairan NTT karena gelombang tinggi.

Empat rute pelayaran tersebut adalah Kupang - Rote, Kupang - Sabu - Waingapu, Kupang - Aimere - Waingapu dan Kupang - Ende.

General Manajer PT ASDP Kupang, Burhan Zahim, Minggu (2/6/2019) mengatakan empat rute tersebut diprediksi kembali dibuka mulai tanggal 3 atau 4 Juni 2019.

Dari rilis Eliza Helen Forecaster On Duty, Badan Metereologi dan Geofisika Stasiun Metereologi El Tari Kupang disebutkan, angin kencang yang terjadi yang terjadi akhir-akhir ini di sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur disebabkan oleh perbedaan tekanan udara saat musim kemarau.

Ia menjelaskan, posisi matahari sekarang berada di utara khatulistiwa maka tekanan udara di utara (Asia) akan lebih rendah dibandingkan tekanan udara di selatan khatulistiwa (Australia).

Hari Ini Jemaah Naqsabandiyah di Padang Merayaan Idul Fitri 1440 H Usai Menunaikan Puasa 30 Hari

Gubernur Nurdin Sholat Id di Tanjungpinang, Isdianto di Batam dan Langsung Gelar Open House

Lafal Niat Sholat Idul Fitri 2019/1440 H, Termasuk Berapa Kali Takbir & Bacaan di Antara Takbir

Duo Inter Milan-AC Milan Bawa Italia ke 8 Besar Piala Dunia U20 2019

Kondisi saat ini di wilayah Australia berkisar 1038 mb, sedangkan di wilayah Asia berkisar 1010 mb.

"Selisih tekanan udara yang cukup besar itu akan meningkatkan dan menguatkan tarikan massa udara dan kecepatan angin di sekitar Indonesia khususnya di NTT yang secara geografis berdekatan dengan Australia," ungkapnya.

Sifat massa udara bergerak dari daerah yang memiliki tekanan udara tinggi menuju daerah yang memiliki tekanan lebih rendah.

Semakin tinggi selisih tekanan udara antara dua daerah, maka kecepatan gerak massa udara juga akan semakin tinggi.

"Kalau kecepatan angin maksimum yang tercatat di alat kami hari ini adalah sebesar 30 knot atau sekitar 55 km/jam," jelasnya.

Ia mengatakan, kecepatan angin ini tentunya akan mempengaruhi ketinggian gelombang di wilayah perairan yang dilewatinya.

Gara-gara Lampu Warung Dimatikan Tanpa Kejelasan, Satpam Ini Dibacok Hingga Tewas

Janji Buka Puasa Bersama Keluarga, Kanit Reskrim Mesuji Gugur Ditembak Perampok

Klasemen Setelah MotoGP Italia 2019 - Petrucci Geser Rossi, Marquez Masih di Puncak

Ucapan Terima Kasih AHY kepada Penggali Liang dan Semua Pihak yang Bantu Proses Pemakaman Ibunya

"Prakiraan tinggi gelombang untuk 1 minggu ke depan berkisar 2,5 - 5 meter terutama di Laut Sawu, Perairan selatan Kupang - puau Rote, Laut timor, Samudera Hindia, Selat Sumba dan perairan selatan Pulau Sumba, dan Selat Sape bagian selatan," ungkapnya.

Masyarakat diimbau waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan oleh angin kencang ini terutama bagi para pengguna jalan agar terhindar dari robohnya papan reklame, baliho, dahan pohon tumbang/patah, serta bagi para pengguna jasa transportasi penyeberangan laut diharapkan waspada terhadap potensi gelombang tinggi tersebut.

Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul Simak! Empat Pelayaran di NTT Kembali Dibuka, Bagaimana Penjelasan BMKG


Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved